Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 59
Program Reintegrasi merupakan program Indonesia dalam rencana aksi ASEAN
Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers
(ACMW) 2018-2025, yang diadopsi dari Rencana Kerja ACMW 2016 2020.
"Ini momen sangat baik bagi kita semua untuk berbagi informasi, praktik terbaik,
pengalaman, dan isu-isu terkait pekerja migran. Terutama tentang bagaimana
mengintegrasikan pekerja migran ke dalam masyarakat setelah kembali ke negara
asal, " katanya.
Suhartono mengatakan program reintegrasi ditujukan sebagai forum tripartit untuk
bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam menyelenggarakan program
reintegrasi bagi para pekerja migran yang kembali ke negara asalnya.
"Dengan demikian, mereka dapat melanjutkan bekerja dan memiliki kehidupan yang
layak di tempat asalnya, dan dapat membangun perekonomian di daerahnya, " kata
Suhartono.
Suhartono mengatakan program reintegrasi dapat dilakukan Pemerintah dalam
berbagai bentuk, seperti pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan, dan lain-
lain. Salah satu program reintegrasi pekerja migran yang dilakukan Pemerintah
Indonesia, yakni Desa Migran Produktif (Desmigratif). Desmigratif yang diinisiasi
sejak tahun 2016, terdiri atas 4 (empat) pilar, yaitu layanan migrasi, usaha
produktif, community parenting, dan Koperasi Desmigratif.
"Program ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan program reintegrasi bagi
purna pekerja migran Indonesia, tetapi juga untuk memberikan perlindungan bagi
calon pekerja migran Indonesia dan pemberdayaan keluarga pekerja migran
Indonesia, " katanya.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Michiko Miyamoto mengatakan dari
semua area dalam pemrograman migrasi, reintegrasi adalah area dimana saat ini
paling sedikit dilakukan di ASEAN, termasuk juga negara-negara di luar kawasan
Asean.
Dalam lokakarya ini, Michiko menegaskan pihaknya berbagi praktik-praktik baik dari
ASEAN dan luar ASEAN berupa cara-cara untuk memperkuat pemrograman, dan
mempromosikan kerja sama di tingkat bilateral dan regional di dalam ASEAN.
Michiko mengungkapkan rekomendasi utama dari Asean Forum fot Migrant Labour
(AFML) ke-4, mengadvokasi negara-negara Anggota ASEAN untuk menetapkan
pedoman ASEAN mengenai pengembalian dan reintegrasi yang efektif.
Dalam kesempatan sama, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Luar Negeri (PPTKLN) Eva Trisiana berharap melalui kerja sama semua pihak, dapat
meningkatkan dan memberdayakan purna pekerja migran di kawasan untuk dapat
mengamankan dan mempertahankan kegiatan ekonomi dan kehidupan pekerja
migran di tanah air.
Page 58 of 93.

