Page 164 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 AGUSTUS 2021
P. 164

negative - Moh Abdi Suhufan (Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia)
              Pemerintah Indonesia perlu melakukan tindakan penyelamatan dan pemulangan 13 orang dan
              1 mayat yang saat ini berada di Somalia



              Ringkasan

              Kementerian Luar Negeri menyebut pihaknya telah menangani laporan soal 13 anak buah kapal
              (ABK)  Indonesia  yang  terlantar  di  Somalia  selama  kurang  lebih  delapan  bulan.  Direktorat
              Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri
              dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa kasusnya sudah ditangani.



              KEMLU RI: PANDEMI COVID-19 HAMBAT EVAKUASI 13 ABK INDONESIA
              TERLANTAR DI SOMALIA

              Kementerian Luar Negeri menyebut pihaknya telah menangani laporan soal 13 anak buah kapal
              (ABK) Indonesia yang terlantar di Somalia selama kurang lebih delapan bulan.

              Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar
              Negeri dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa kasusnya sudah ditangani.
              "Kemlu berkoordinasi dengan KBRI Nairobi, KBRI Beijing. Di dalam negeri, Kemlu berhubungan
              dengan BP2MI, dan pihak-pihak terkait lainnya," jelas PWNI/BHI Kemlu.

              "Kemlu  juga  sudah  menghubungi  Kedubes  RRT  di  Jakarta  untuk  penanganan  masalah  ini,"
              ucapnya menambahkan.

              PWNI/BHI Kemlu juga menyampaikan perkembangan terakhir yang menyebut pemilik (owner)
              kapal sudah merencanakan pemulangan.

              "Namun,  perlu  waktu  karena  ada  tantangan  terakit  lokasi  yang  tidak  mudah  dan  kendala
              pandemi," jelas PWNI/BHI Kemlu.

              Sebelumnya, Destructive Fishing Watch (DFW) melaporkan adanya kasus penelantaran, juga
              terdapat satu orang jenazah ABK Indonesia dan satu orang yang hilang.

              Mereka sebelumnya bekerja di kapal ikan berbendera Tiongkok yang berbeda-beda, tapi dalam
              satu grup usaha, yaitu Liao Dong Yu, demikian disebutkan dalam rilis yang diterima Liputan6.com
              dari DFW Indonesia, Senin (16/7/2021).

              Kontrak kerja mereka satu tahun, yaitu Desember 2019-Desember 2020. Setelah berakhirnya
              masa  kontrak,  pihak  agen  perekrut  di  Indonesia  dan  perusahaan  perikanan  tempat  mereka
              bekerja di Tiongkok tidak memberikan kepastian tentang status kontrak yang sudah berakhir.

              Saat ini ke-13 orang awak kapal perikanan tersebut terlantar di salah satu pulau negara Somalia.

              Koordinator  Nasional  Destructive  Fishing  Watch  (DFW)  Indonesia,  Moh  Abdi  Suhufan,
              mengatakan bahwa penelantaran awak kapal perikanan Indonesia di Somalia ini telah dilaporkan
              kepada pemerintah Indonesia melalui Kemlu, Kemenaker dan Kemhub sejak 29 Juni 2021.

              "Sudah ada upaya pemerintah Indonesia namun sejauh ini belum berhasil mengevakuasi AKP
              Indonesia yang terjebak di Somalia" kata Abdi.




                                                           163
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169