Page 14 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 14

Dengan  demikian,  masih  ada  penyandang  disabilitas  yang  masuk  kategori  pengangguran
              terbuka  yang  berjumlah  289.000  orang.  Ida  juga  mengungkapkan,  penelitian  menunjukkan
              tingkat partisipasi tenaga kerja tenaga disabilitas lebih rendah dibandingkan tingkat partisipasi
              angkatan  kerja  (TPAK) pekerja  non  disabilitas. Selain  itu,  upahnya  pun  relatif  lebih  rendah.
              "Karena itu, kita semua masih memiliki PR besar untuk lingkup ketenagakerjaan yang inklusif
              dan memberdayakan saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ujar Ida di Jakarta kemarin.

              Ida  berharap,  penandatanganan  nota  kesepahaman  (MoU)  tentang  pelatihan  kerja  dan
              penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN dengan Kementerian BUMN hari
              ini menjadi salah satu solusi untuk memecahkan persoalan tersebut. Bukan hanya itu, Kemnaker
              juga meluncurkan Layanan Informasi Ketenagakerjaan Disabilitas (Linkabilitas) dalam Sistem
              Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) untuk memenuhi hak tenaga kerja disabilitas.

              Kemenaker juga sudah menyediakan Linkabilitas, Forum Tanggap Disabilitas bagi perusahaan
              swasta,  BUMN,  dan  BUMD,  serta  pelatihan  inklusif  di  balai-balai  latihan  kerja  Kemenaker.
              "Semua BLK harus memberikan kesempatan kepada saudara-saudara penyandang disabilitas.
              Kami  juga  memberdayakan  tenaga  kerja  melalui  beberapa  program  kewirausahaan  sebagai
              bagian  program  perluasan  kesempatan  kerja.  Kami  berikan  secara  proporsional,  termasuk
              program-program lain untuk memenuhi hak pekerja disabilitas," ucap Ida.

              Selain  itu,  Kemenaker  sedang  menyiapkan  rancangan  peraturan  pemerintah  (RPP)  untuk
              membuat unit layanan disabilitas bidang ketenagakerjaan. Diharapkan dengan adanya unit ini
              dinas-dinas  yang  membidangi  ketenagakerjaan  di  provinsi,  kabupaten,  dan  kota  bisa
              mengimplementasikannya sebagai bagian tugas dan fungsi layanan tenaga kerja yang bersinergi
              dengan  perusahaan  swasta,  BUMN,  dan  BUMD.  "RPP  ini  sudah  kami  selesaikan,  tinggal
              menunggu tanda tangan Presiden," katanya.

              Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan komitmennya bahwa BUMN membuka peluang bagi
              kelompok disabilitas untuk ikut mewarnai aktivitas kerja. "Kita harus memberikan kesempatan
              yang  sama  kepada  saudara-saudara  kita  yang  membutuhkan  dan  komitmen  tersebut  saya
              jalankan di BUMN," ujar Erick di acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Kemenaker
              di Jakarta kemarin.

              Menurut  Erick,  dengan  dibukanya  peluang  tersebut  para  penyandang  disabilitas  tidak  perlu
              khawatir  lagi  jika  ingin  bekerja  di  perusahaan  BUMN.  Dia  bahkan  menjanjikan  penyandang
              disabilitas  bisa  meniti  karier  lebih  luas  lagi  di  BUMN.  "Saya  kira  komitmen  tersebut  sudah
              berjalan di BUMN, di mana tahun ini kami sudah merekrut sekitar 178 teman-teman kita dan ini
              bagian dari komitmen, yaitu 2%," katanya.

              Sebagai  informasi,  nota  kesepahaman  Kemenaker  dengan  Kementerian  BUMN  merupakan
              realisasi  Pasal  53  ayat  1  UU  8/2016  tentang  Penyandang  Disabilitas  yang  mewajibkan
              pemerintah, pemda, BUMN, dan BUMD untuk mempekerjakan paling sedikit 2% penyandang
              disabilitas dari jumlah pegawai yang ada. Untuk mendukung kelancaran komitmen tersebut,
              Erick  meminta  dukungan  dari  Menteri  Tenaga  Kerja  Ida  Fauziyah  agar  terus  bersinergi
              memberikan fasilitas dan keberpihakan kepada teman-teman penyandang disabilitas agar punya
              ruang lebih besar bekerja di perusahaan BUMN. "Karena ini bagian yang harus kita lakukan
              bersama, tidak secara sektoral, karena tidak ada artinya komite yang dibentuk Presiden tanpa
              dukungan dari para menteri," ucapnya.

              Erick lebih jauh menyatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 dan upaya memulihkan ekonomi
              hendaknya tidak melihat kekurangan, tapi bagaimana fokus kerja tetap dijalankan. Selain fokus
              kerja, dia juga memohon dukungan Kemenaker untuk terus menyinergiskan upaya pemulihan
              ekonomi.



                                                           13
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19