Page 15 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 15

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) merespons positif perhatian pemerintah
              kepada kalangan disabilitas. Kendati demikian, PPDI masih mengawal implementasi di lapangan.
              Ketua PPDI DKI Jakarta Leindert Hermeinad mengingatkan bahwa ada tiga jenis disabilitas,
              yakni  tuli,  netra,  dan  fisik.  Menurut  dia,  yang  agak  rawan  dan  membutuhkan  perhatian  itu
              disabilitas netra. "Dengan hormat, kalau perlu dalam kesempatan kerja ini harus diperjelas.
              Dalam  pelatihan  terhadap  disabilitas  tuli  itu  disediakan  penerjemah  bahasa  isyarat  supaya
              mereka bisa mengikuti," ujarnya saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.

              Leindert  juga  meminta  perusahaan-perusahaan  tidak  membatasi  usia  untuk  pekerja  yang
              berasal dari kalangan disabilitas. Alasannya, banyak orang yang menjadi disabilitas saat sudah
              dewasa. Mereka biasa berhenti sekolah dan menjalani rehabilitasi, sedangkan masa rehabilitasi
              dan  akhirnya  melanjutkan  sekolah  lagi  itu  membutuhkan  waktu.  "Saat  selesai  menempuh
              pendidikan,  usia  penyandang  disabilitas  rata-rata  sudah  melewati  batas  yang  ditetapkan
              kebanyakan perusahaan," katanya.
              Selain itu, PPDI juga meminta pemerintah pusat dan daerah menyediakan sarana transportasi
              yang ramah terhadap penyandang disabilitas demi memudahkan mobilitas mereka menuju ke
              tempat bekerja dan usaha. Dia pun meminta angkutan umum yang low deck diperbanyak . "Ada
              yang sudah low deck. Kalau low deck dan pakai kursi roda itu dari trotoar tinggal tambah 10-15
              cm  pas  untuk  masuk.  Tinggal  yang  lowdeck  ini  operasionalnya  haru  di  lokasi  yang  banyak
              disabilitasnya. Di tempat yang banyak pantinya," ujarnya.

              Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengapresiasi MoU dengan Kementerian
              BUMN untuk membuka peluang bagi kelompok disabilitas bekerja di BUMN. Komitmen tersebut
              sesuai  dengan  UU  Nomor  8/2016.  "Harapannya  ke  depan  tentu  semakin  banyak  kalangan
              disabilitas yang diberi kesempatan bekerja. Itu langkah baik yang harus kita dukung," ujar Andre
              kemarin.

              Namun dia mengingatkan agar fasilitas sarana-prasarana dan dukungan lain menjadi perhatian
              untuk memenuhi hak pekerja penyandang disabilitas di perusahaan. "Setiap gedung sudah ada
              aturannya harus ramah terhadap disabilitas. Tinggal setiap kantor melengkapi fasilitasnya saja,"
              urainya.

              Untuk  menekan  potensi  diskriminasi  terhadap  pekerja  disabilitas,  Andre  mendorong  agar
              dilakukan pembenahan standar prosedur (SOP). "Termasuk juga dibenahi saja SOP-nya. Jadi
              nanti pihak SDM atau human capital di tiap BUMN melakukan SOP yang tepat, pas, dan penuh
              keadilan bagi disabilitas. Nanti tinggal serikat pekerja dari BUMN masing-masing mengawasi
              pelaksanaan SOP itu seperti apa," ujarnya.



              Butuh Pengembangan Kemampuan
              Fendo  Parama  Sardi  dari  Yayasan  Chesire  Indonesia,  sebuah  lembaga  swadaya  masyarakat
              yang  membantu  penyandang  disabilitas,  menandaskan,  bukan  hanya  pemberian  bantuan,
              penyandang  disabilitas  juga  memerlukan  pengembangan  kemampuan  dari  pemerintah  dan
              berbagai  pemangku  kepentingan.  "Sedikit  masukan  untuk  pemerintah  karena  sekarang  lagi
              gencarnya  memberi  dana  bantuan  tapi  tidak  jelas  kelanjutannya.  Seharusnya  teman-teman
              disabilitas dapat dilatih dulu untuk mengelola dana itu," kata Manajer Program Yayasan Chesire
              Indonesia itu dalam diskusi virtual Sapa Alumni oleh My America Surabaya yang dipantau dari
              Jakarta kemarin.

              Menurut  Fendo,  dana  bantuan  tentu  merupakan  hal  yang  baik,  tapi  diharapkan  ada
              kelanjutannya  berupa  pemberdayaan  agar  penyandang  disabilitas  bisa  mengembangkan
              kemampuan mereka dan tidak hanya menerima bantuan. Dia mengingatkan bahwa sejauh ini

                                                           14
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20