Page 16 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 16

disabilitas masih dilihat sebagai objek amal, bukannya dipandang sebagai subjek yang harus
              diberdayakan kemampuannya. Dia berharap pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan
              dapat  membuat  kebijakan  yang  dapat  mendorong  pemberdayaan  berkelanjutan  bagi
              penyandang disabilitas di Indonesia. "Jadi tidak habis untuk konsumsi, tapi dikasih bantuan atau
              pelatihan agar teman-teman disabilitas bisa berdaya untuk kemandirian," ungkap Fendo.

              Fendo pun mengingatkan, Pemerintah Indonesia sebenarnya telah menjamin tentang hak para
              penyandang  disabilitas  lewat  UU  Nomor  8/2016  tentang  Penyandang  Disabilitas.  Salah  satu
              pasal di dalamnya juga mengatur bagaimana pemerintah pusat dan daerah, BUMN, BUMD serta
              perusahaan swasta wajib memiliki kuota untuk pekerja disabilitas.

              Namun,  praktiknya,  kuota  itu  tidak  terpenuhi  atau  mencari  penyandang  disabilitas  dengan
              kriteria  tertentu  hanya  untuk  memenuhi  kewajiban  kuota.  "Banyak  perusahaan  atau  sektor
              bisnis  yang  masih  setengah-setengah  dalam  memberikan  pekerjaan  bagi  penyandang
              disabilitas," katanya.

              Sebelumnya,  Chief  Operating  Officer  Thisable  Enterprise  Nicky  Claraetia  Pratiwi  pernah
              mengungkapkan, persoalan utama kaum disabilitas adalah skill dan kesempatan. Perempuan
              yang juga penyandang disabilitas kaki palsu ini meyakini, jika dibekali skill sesuai kebutuhan
              pasar, kaum disabilitas akan mampu bersaing dengan kalangan nondisabilitas.

              michele natalia/ fwbahtiar/shamil//antZ faoricnabahan



















































                                                           15
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21