Page 365 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 365

Sekretaris  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Bantul,  Istirul  Widilastusi,
              mengatakan selama masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), gelombang PHK terus
              terjadi. Dia mencatat sudah ada 1.700 pekerja yang terkena PHK dan 10.030 pekerja yang
              dirumahkan, serta 108 orang pekerja yang putus kontrak.

              Data itu terhitung per Juni 2020 dan belum termasuk Juli ini yang juga terdapat laporan PHK
              dan pekerja yang dirumahkan. "Data PHK dan yang dirumahkan terus bertambah dari mulai
              data pertama pada 2 April sampai sekarang bergerak terus," kata Istirul, di sela-sela mediasi
              pengaduan Serikat Buruh PT Kharisma Ekspor di Kantor Disnakertrans Bantul, Selasa (21/7).

              Menurut  Istirul,  penyebab  utama  gelombang  PHK  terus  terjadi  karena  pandemi  Covid-19.
              Banyak perusahaan yang tidak beroperasi karena tidak ada pesanan yang masuk, terutama
              perusahaan ekspor. Namun ada juga beberapa usaha jasa pariwisata, kerajinan, dan kuliner
              yang sudah berhenti beroperasi selama masa pandemi ini.

              Bahkan  ia  menyebut  saat  ini  ada  12  perusahaan  yang  berkonsultasi  untuk  merumahkan
              karyawannya  mulai  Agustus  dan  September  2020.  Terkait dengan kondisi  ini,  Disnakertrans
              tidak  bisa  berbuat  banyak  karena  pandemi  terjadi  merata  secara  nasional.  Istirul  mengaku
              sudah menyampaikan kondisi tersebut pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar
              yang terkena PHK dan dirumahkan mendapat jaring pengaman sosial atau bantuan minimal
              untuk memenuhi kebutuhan hidup.

              Kepala  Bidang  Hubungan  Industrial  dan  Kesejahteraan  Pekerja  Disnakertrans  Bantul,  Aji-
              Nursina  Karti,  menambahkan  di  awal  pandemi  Corona  pekerja  yang  dirumahkan  masih
              mendapatkan hak gaji. Namun saat ini banyak pekerja yang dirumahkan tanpa diberi upah dan
              waktu yang tidak jelas sampai kapan.

              Menurut  dia,  sesuai  Undang-Undang  Ketenagakerjaan,  pekerja  yang  dirumahkan  sementara
              wajib mendapatkan hak gaji dan jaminan sosial atau BPJS. Saat ini sudah ada Surat Edaran (SE)
              dari Menteri Tenaga

              Kerja  yang  membolehkan  pekerja  dan  pemberi  kerja  untuk  menegosiasikan  upah  selama
              dirumahkan. "Menurut SE Menaker upah boleh sesuai kemampuan karena pandemi," kata An-
              Nursina.

              Kesepakatan
              Sementara itu, hasil mediasi Serikat Buruh PT Kharisma Ekspor dan Direksi PT Kharisma Ekspor
              menghasilkan  kesepakatan  perusahaan  yang  berlokasi  di  Timbulharjo,  Kecamatan  Sewon,
              tersebut bersedia membayar pelunasan tunggakan upah selama April-Juli terhadap 52 pekerja
              dengan gaji penuh. Sebelumnya 52 pekerja tersebut hanya dibayar RplOO.OOO per minggu
              padahal gaji mereka tiap bulan Rp 1,8 juta. Sejak empat bulan terakhir pekerjaan dibagi per sif,
              seminggu masuk dan seminggu libur.

              "Setelah soal upah ada kejelasan, nanti dilanjutkan pertemuan soal dirumahkan. Karena kami
              statusnya sekarang masih dirumahkan dan tidak jelas sampai kapan," kata Ketua Serikat Buruh
              PT Kharisma Ekspor, Agus Setiawan.

              Komisaris  PT  Kharisma  Ekspor,  Prisma  Wardana  Sasmita,  mengatakan  sejak  awal
              perusahaannya  berkomitmen  untuk  memenuhi  hak  karyawan,  namun  butuh  waktu  karena
              dampak pandemi terhadap perusahaannya cukup besar. Pesanan terus berkurang, sementara
              perusahaan  harus  tetap  beroperasi  untuk  menghidupi  553  karyawan.  "Kami  tetap  berusaha
              memperbaiki  situasi  ini  sebaik  baiknya.  Kami  berkomitmen  menyelesaikan  semuanya,"  kata
              Prisma.



                                                           364
   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370