Page 368 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 368

DI TENGAH COVID-19, PENGANGGURAN INDONESIA BERTAMBAH 3,05 JUTA JIWA

              RMOLBengkulu    .  Kondisi  ketenagakerjaan  masih  menjadi  masalah  di  Indonesia,  kondisi
              angkatan kerja yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat pengangguran terbuka (TPT)
              untuk Februari mencapai angka 6,8 juta artinya masih ada 4,99 juta yang belum mendapat
              pekerjaan.

              Demikian  disampaikan  Menteri  Tenaga  Kerja  (Menaker)  Ida  Fauziyah  usai  membuka  acara
              Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang II dan Penyerahan Hasil Pelatihan Penanganan
              Dampak Covid-19 di BBPLK Serang, Selasa (21/7).

              "Angka ini sebetulnya sebanding dengan tahun 2019, bahkan untuk 2019 ada sedikit penurunan
              dari yang asalnya 7,050, per Februari 2020 tren ketenagakerjaan kita positif karena kerjakeras
              dari semua stake holder turun menjadi 6,8 juta," ujarnya.

              Akan tetapi dari berita gembira tersebut, dikatakan Ida berakhir dengan datangnya pandemi
              Covid-19 ini, dampaknya ternyata tidak hanya kepada sektor kesehatan saja namun juga pada
              sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.

              Data yang dikumpulkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Ketenagakerjaan mencatat,
              pada bulan Mei 2020 setidaknya sekitar 3,05 juta tenaga kerja terdampak Covid-19.
              "Pandemi  ini  telah  mengakibatkan  1.7  juta  sodara  kita  yang  harus  di  PHK  dan  itu  datanya
              terverifikasi dengan baik. Ada 1.3 juta sodara kita yang di rumahkan terutama bagi mereka yang
              kerja di sektir informal," kata Ida.

              Untuk  itu,  dikatakan  Ida  akselerasi  upaya  untuk  pemulihan  sektor  ekonomi  akibat  pandemi
              Covid-19  harus  segera  dilakukan  agar  industri  dapat  kembali  bangkit  sehingga  dapat
              memberikan kontribusi bagi penyerapan pengangguran.

              "Untuk itu kita terus berupaya melaksanakan pembangunan dibidang ketenagakerjaan yaitu
              dengan meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja Indonesia," ujarnya.


              Salah satu upaya yang dilakukan, dikatakan Ida yaitu dengan menerapkan pelatihan berbasis
              kompetensi disemua UPT BLK serta melakukan sertifikasi kompetensi bagi lulusan pelatihan di
              BLK.

              Dalam  menghadapi  pandemi  Covid-19,  Kementerian  Ketenagakerjaan  gencar  melakukan
              program  tanggap  Covid-19  dengan  mengoptimalkan  fungsi  BLK  baik  BLK  UPTP,  BLK  UPTD
              maupun BLK Komunitas.

              "Balai Latihan Kerja diarahkan untuk menyelenggarakan pelatihan penanganan Dampak Covid-
              19  yang  ditujukan  untuk  menyiapkan  dan  memproduksi  barang/alat  yang  dapat  membantu
              masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19," tutupnya. [tmc].



















                                                           367
   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373