Page 370 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 370

PHRI SULSEL : 1.257 KARYAWAN HOTEL DIRUMAHKAN AKIBAT COVID-19

              Makassar  -  Perhimpunan  Hotel  dan  Restoran  Indonesia  (PHRI)  Sulawesi  Selatan  mencatat
              sebanyak 1.257 karyawan hotel yang dirumahkan dari 21 hotel di Kota Makassar akibat pandemi
              COVID-19.

              "Ini yang terdata, dan kemungkinan besar malah sebenarnya masih banyak, karena dari 46
              hotel yang ditutup karena pandemi ini, baru 20 yang berani buka," kata Ketua PHRI Sulsel,
              Anggiat Sinaga di Makassar, Selasa.

              Ia mengatakan beberapa waktu lalu saat penerapan "new normal" atau adaptasi kebiasaan baru
              (AKB) diberlakukan, itu sekaligus menjadi masa pembukaan hotel. Namun pada kenyataannya
              tutup kembali karena tidak adanya pengunjung, sementara karyawan harus diupah.

              Diakuinya bahwa tingkat hunian memang sangat anjlok, saat ini hanya di angka 2-8 persen
              sehingga konsekuensinya para karyawan harus dirumahkan. Sementara jika tidak dirumahkan
              maka gaji mereka tetap akan dipangkas, hanya menerima di kisaran 25, 50 atau 75 persen.

              "Mereka memang memilih cenderung dirumahkan, karena mereka berfikir bahwa jika kondisi
              normal kembali maka akan dipanggil lagi. Kita untuk melakukan PHK (pemutusan hubungan
              kerja) juga kesulitan karena tidak ada uang untuk bayar pesangon," katanya.
              Pihaknya berharap peningkatan tingkat hunian di hotel bisa bertumbuh hingga di angka 15 pada
              akhir 2020, yang pada kondisi normal di kisaran 48-50 persen.

              "Pemerintah  harus  jalan  secara  simultan,  melakukan  penanggulangan  COVID-19  sekaligus
              menggerakkan ekonomi karena dengan hidupnya hotel maka akan diikuti kehidupan pada 101
              UKM. Kita berharap pemerintah daerah dan pusat melakukan kegiatan di hotel jika pemulihan
              sudah mulai membaik," kata Anggiat Sinaga.

              Terkait  tenaga  kerja  terdampak  COVID-19,  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Pemprov
              Sulsel merilis total pekerja terdampak COVID-19 sebanyak 15.485 orang dari 1.174 perusahaan
              se Sulsel per 21 Juli 2020.

              "Data ini bersumber dari 18 kabupaten/kota di Sulsel, enam kabupaten lainnya sampai saat ini
              belum mengkonfirmasi pekerja terdampak. Kita harapkan memang betul-betul tidak terdampak
              di wilayah itu," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnaker Sulsel, Akhryanto.

              Adapun rincian pekerja terdampak COVID-19 di Sulsel yakni total pekerja dirumahkan sebanyak
              14.740 orang dan 5.018 di antaranya tetap dibayarkan upahnya, selebihnya dirumahkan tanpa
              menerima upah sembari menunggu panggilan kembali bekerja.

              Sedangkan total pekerja yang PHK sebanyak 745 orang dari 10 kabupaten/kota di Sulsel dengan
              angka  tertinggi  di  Kota  Makassar  274  pekerja,  disusul  Kabupaten  Maros  200  pekerja  dan
              Kabupaten Pangkep 94 pekerja..
















                                                           369
   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374