Page 76 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 76

"Negara  hadir  untuk  mempermudah  tempat  calon  PMI  melakukan  tes  usap  di  klinik  yang
              bersertifikat dan memiliki laboratorium. Biaya tes usap/PCR tentunya menjadi tanggung jawab
              pihak pengguna (yang menanggung), bukan dibebankan kepada calon PMI," kata Yusri dalam
              keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

              Yusri mengatakan wajar jika negara penerima tenaga kerja Indonesia (TKI) mewajibkan hasil
              tes PCR sebagai syarat untuk dapat bekerja. Namun, masih banyak masyarakat yang khawatir
              melakukan  tes  di  RSUD  karena  banyak  kasus  COVID-19  yang  dirawat  di  fasilitas  layanan
              kesehatan milik pemerintah.

              Karena itu, dia berharap pemerintah dapat memberi akses ke klinik kesehatan yang memiliki
              laboratorium di daerah asal PMI untuk dapat melakukan tes.

              Terkait tes PCR untuk PMI dan karantina, Direktur Lembaga dan HAM PADMA Indonesia Gabriel
              Goa mendukung Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) memberikan secara
              gratis tes tersebut bagai para calon PMI.

              "Sikap APJATI sesuai dengan perintah UU No 18 Tahun 2017 yang tidak boleh membebankan
              biaya penempatan pada PMI. Jadi, beban itu memang harus ditanggung oleh pengguna jasa
              PMI," kata Gabriel dalam keterangan resminya.

              Gabriel  menegaskan  bahwa  langkah-langkah  untuk  melindungi  PMI  dan  calon  PMI  yang
              dilakukan pemerintah dan APJATI memang harus dilakukan, apalagi di saat krisis akibat pandemi
              COVID-19.

              Kementerian Ketenagakerjaan sampai saat ini belum mencabut Kepmenaker Nomor 151 Tahun
              2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah sebelumnya mengatakan pemerintah tengah
              menyusun protokol pengiriman PMI di saat adaptasi kebiasaan baru dan terus berkoordinasi
              dengan negara-negara penempatan.

              .



































                                                           75
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81