Page 80 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 80

Ringkasan

              Mayoritas publik yang mengetahui dan mengerti Rancangan Undang-Undang (RUU)  Cipta Kerja
              (Citaker) atau Omnibus Law menyatakan, RUU ini berdampak positif terhadap ekonomi pasca
              pandemi Covid-19. Sementara itu, responden lainnya menjawab bahwa RUU  Cipta Kerja  tidak
              punya dampak terhadap ekonomi sama sekali sebanyak 10,9% dan sejumlah 27,9% menjawab
              berdampak negatif terhadap ekonomi.



              SURVEI: 55,5% PUBLIK SEBUT RUU CIPTA KERJA BERDAMPAK POSITIF
              TERHADAP EKONOMI

              Jakarta  Mayoritas publik yang mengetahui dan mengerti Rancangan Undang-Undang (RUU)
              Cipta  Kerja    (Citaker)  atau  Omnibus  Law  menyatakan,  RUU  ini  berdampak  positif  terhadap
              ekonomi pasca pandemi Covid-19.


              "Mayoritas 55,5% berdampak positif terhadap ekonomi," kata Direktur Eksekutif Charta Politika
              Indonesia,  Yunarto  Wijaya,  dalam  webinar  peluncuran  survei  nasional  lembaganya,  Rabu
              (22/7/2020).

              Sementara itu, responden lainnya menjawab bahwa RUU  Cipta Kerja  tidak punya dampak
              terhadap ekonomi sama sekali sebanyak 10,9% dan sejumlah 27,9% menjawab berdampak
              negatif terhadap ekonomi.

              Yunarto menjelaskan, hasil survei ini merupakan jawaban dari 13,3% yang mengetahui dan
              mengerti RUU Ciptaker atau Omnibus Law. Adapun total responden dalam survei ini sebanyak
              2.000 orang responden.

              Dari total responden tersebut, sebanyak 47,3% mengaku pernah mendengar berita mengenai
              RUU Ciptaker atau Omnibus Law dan sebanyak 37,5% mengaku tidak pernah mendengarnya.

              "Kalau ditanya, apabila RUU Cipta Kerja disahkan hari ini, apa Anda setuju? Ditanyakan pada
              yang  menjawab  mengetahui  dan  mengerti  RUU  Cipta  Kerja,  55,5%  menyatakan  setuju,"
              ujarnya.

              Menurut Yunarto, angka di atas tidak berbeda jauh dengan hasil survei yang dirilis salah satu
              lembaga survei sekitar 1 atau 2 pekan lalu. "Angkanya berkisar di antara 50%, kalau saya tidak
              salah," ucapnya.

              Sementara  itu,  alasan  utama  responden  yang mengetahui  dan  mengerti  RUU  Ciptaker  atau
              Omnibus Law agar RUU ini disahkan yakni karena RUU ini menjadi stimulus bagi pemulihan
              ekonomi negara.

              "Hipotesa saya, tentu saja ini terkait dengan kondisi psikologis krisis yang memang dianggap
              membutuhkan  sebuah  stimulus  sebanyak  60,5%,  termasuk  salah  satunya  Omnibus  Law,"
              katanya.

              Kemudian,  sejumlah  17,0%  menyatakan  karena  RUU  Cipta  Kerja  mampu  memudahkan
              pengurusan  izin  membuka  usaha  sehingga  tercipta  lapangan  kerja,  sebanyak  16,3%
              menyatakan  perlindungan  dan  kemudahan  dari  pemerintah  dalam  membuka  UMKM,  serta
              sebanyak  2,7%  peluang  mendapatkan  investasi  terbuka  lebar  dan  dapat  menembus  pasar
              global.



                                                           79
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85