Page 85 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 85
Penandatangan komitmen bersama tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) Ida Fauziyah dan Menteri BUMN Erick Thohir di Ruang Tridharma Kemnaker, di
Jakarta, Rabu (22/7/2020).
KEMNAKER-KEMENTERIAN BUMN SEPAKAT LINDUNGI DAN PENUHI HAK
DISABILITAS
JAKARTA: Dalam upaya memberikan pelindungan dan pemenuhan hak pada penyandang
disabilitas, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Nota Kesepahaman
bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang pelatihan kerja dan
penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN.
Penandatangan komitmen bersama tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) Ida Fauziyah dan Menteri BUMN Erick Thohir di Ruang Tridharma Kemnaker, di
Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Dalam sambutannya, Menaker menyampaikan, sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2016,
khususnya terkait Pasal 53 ayat (1), di mana Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha
Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen
Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.
'Kami mengajak bergandengan tangan terutama temen-temen BUMN dan pimpinan perusahaan
BUMN menandatangani komitmen bersama berikutnya. Kalau sekarang dengan Menteri BUMN,
berikutnya ditindaklanjuti oleh seluruh perusahaan yang dikelola Kementerian BUMN," tuturnya.
Dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Menaker berharap, BUMN mempekerjakan dan terus
memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas sebagai wujud pemenuhan hak. Untuk
membuktikan peran dan partisipasinya dalam pembangunan sesuai dengan potensi dan
kemampuannya.
"Kami tak henti-hentinya mengingatkan Kementerian/ Lembaga, BUMN, Pemda untuk
merealisasi UU Nomor 8 Tahun 2016. Kalau belum sampai 2 persen, mohon didorong agar
sampai terpenuhi 2 persen," ujarnya.
Menaker memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN, yang telah banyak memberikan
kesempatan mempekerjakan penyandang disabilitas. Meski kondisi pandemi, dengan pasar
kerja terbatas dan banyaknya pekerja dirumahkan, diharapkan bisa memenuhi 2 persen.
"Tetapi tetap mengingatkan komitmen itu penting untuk direalisasikan," ujarnya.
Seorang penyandang disabilitas, Muktadin Mustafa, yang kini bekerja di Kemnaker berharap
BUMN dan K/L lainnya juga mendukung untuk mempekerjakan dan memberikan kesempatan
lebih luas kepada penyandang disabilitas seperti dirinya.
"Fasilitas sudah ada, BUMN dan K/L mendukung, sudah saatnya kita bisa sukses," katanya.
Selama bekerja di Kemnaker, Muktadin mengaku fasilitas kerja yang diberikan sangat
mendukung dan pekerjaan yang diberikan tidak menambah beban bagi dirinya. "Saya berterima
kasih kepada Kemnaker yang telah membuka kesempatan jalur PNS khusus bagi jalur disablitas.
Sehingga, teman-teman saya juga berkesempatan," ujar pegawai Direktorat Pengendalian
Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) Kemnaker tersebut.
84

