Page 87 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 87

Judul              Pukat UGM Nilai Sanksi Pidana di RUU Cipta Kerja Tak Jelas
                 Nama Media         gatra.com

                 Newstrend          Omnibus Law
                 Halaman/URL        https://www.gatra.com/detail/news/485426/hukum/pukat-ugm-nilai-
                                    sanksi-pidana-di-ruu-cipta-kerja-tak-jelas
                 Jurnalis           redaksi
                 Tanggal            2020-07-22 21:10:00
                 Ukuran             0

                 Warna              Warna
                 AD Value           Rp 10.000.000
                 News Value         Rp 30.000.000
                 Kategori           Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan            Korporasi
                 Sentimen           Negatif



              Narasumber
              negative  -  Eka  Nanda  Ravizki  (peneliti  Pukat  UGM)  Dibanding  dengan  pengaturan  di  dalam
              berbagai UU yang sebelumnya, RUU Cipta Kerja memuat perumusan konsep pemidanaan yang
              masih kabur

              neutral - Eka Nanda Ravizki (peneliti Pukat UGM) Sebab ketentuan lebih lanjut berkaitan dengan
              sanksi akan diatur dalam Peraturan Pemerintah, meskipun sebenarnya PP tidak boleh mengatur
              ketentuan pidana

              positive - Rimawan Pradiptyo (pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM) Indonesia belum
              memiliki database yang mumpuni yang mampu mengidentifikasi risiko secara tepat

              neutral - Rimawan Pradiptyo (pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM) Pada dokumen
              naskah akademik RUU Cipta Kerja, aspek kelembagaan diakui masih lemah, tetapi perbaikan
              yang diperlukan terhadap aspek kelembagaan tidak tercantum dalam RUU

              negative  -  Fira  Mubayyinah  (Peneliti  Pusat  Pendidikan  dan  Kajian  Antikorupsi  Universitas
              Nahdlatul Ulama Indonesia) Pengaturan dalam RUU Cipta Kerja tidak sejalan dengan nilai-nilai
              anti korupsi. Sebagai contoh, sentralisasi perizinan akan membuka keran risiko perilaku korupsi
              seperti zaman Orde Baru

              negative  -  Fira  Mubayyinah  (Peneliti  Pusat  Pendidikan  dan  Kajian  Antikorupsi  Universitas
              Nahdlatul Ulama Indonesia) Apabila RUU Cipta Kerja tidak mengindahkan nilai antikorupsi, maka
              akan menghasilkan produk yang berpotensi membuka ruang korupsi. Untuk itulah, nilai-nilai
              antikorupsi mesti mengideologi dalam pembentukan suatu UU


              Ringkasan

              Pusat Studi Anti korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) menilai RUU Cipta Kerja tak
              sesuai dengan nilai-nilai antikorupsi dan tak jelas merumuskan sanksi pidana.




                                                           86
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92