Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 37

Title          SAID IQBAL NILAI PEMBAHASAN OMNIBUS LAW TENAGA KERJA SANGAT TERTUTUP
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      26 Januari 2020
                              https://news.detik.com/berita/4873708/said-iqbal-nilai-pembahasan-omni bus-law-
               Page/URL
                              tenaga-kerja-sangat-tertutup
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative














               Jakarta  -  Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)  Said Iqbal
               menyoroti soal pembahasan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang disebutnya
               dibahas secara tertutup. Menurutnya, Omnibus Law itu hanya mementingkan
               pengusaha, bukan buruh.

                "Pak Firman (Anggota Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo) tadi menyampaikan
               sebagai Baleg setiap proses pembuatan hukum dia harus terbuka melibatkan semua
               pemangku kepentingan," kata Said dalam diskusi bertajuk 'Omnibus Law Bikin
               Galau?' di Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu
               (26/1/2020)   "Nah proses Omnibus Law ini tidak dilalui. Ini UU sangat tertutup,
               penuh rekayasa dan hanya ingin mementingkan sekelompok orang saja dalam hal
               ini kawan-kawan pengusaha," sambungnya.

                   Dia menilai ada poin-poin yang merugikan buruh dari Omnibus Law itu. Meski
               belum membaca draf resmi terkait Omnibus Law itu, dia meyakini ada 6 hal yang
               pastinya akan merugikan buruh jika Omnibus Law diberlakukan.

                Enam poin itu antara lain terkait hilangnya upah minimum diganti upah per-jam,
               hilangnya pesangon, diperbolehkan outsourcing dan pekerja kontrak tanpa batas,
               tenaga kerja asing, jaminan pensiun dan kesehatan dihilangkan hingga sanksi
               pidana pengusaha yang melanggar aturan ketenagakerjaan dihilangkan.


                 Pihaknya hingga kini belum menerima draf resmi terkait Omnibus Law itu. Dia
               meyakini ada banyak faktor yang merugikan buruh setelah dirinya melihat
               statemen-statemen pemerintah terkait mengenai Omnibus Law di media massa.

                 "Di situ kami menyampaikan berdasarkan statemen para menteri dan pokok-pokok
               pikiran maka buruh berpendapat ada 6 alasan menolak Omnibus Law tersebut,"
               jelas Said.


                Dalam kesempatan yang sama, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN)
               Ristadi menyampaikan hal yang sama dengan Said Iqbal terkait pembahasan
               Omnibus Law yang terkesan tertutup. Ristadi menyebut dirinya pernah diundang
               berdiskusi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto untuk membahas Omnibus




                                                       Page 36 of 163.
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42