Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 39

Title          BALEG DPR JANJI TRANSPARAN DAN UNDANG BANYAK PIHAK BAHAS OMNIBUS LAW
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      26 Januari 2020
                              https://news.detik.com/berita/4873804/baleg-dpr-janji-transparan-dan-u ndang-banyak-
               Page/URL
                              pihak-bahas-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Jakarta  -  Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyebut pihaknya
               akan transparan saat membahas  omnibus law  . Pihaknya juga akan mengundang
               beberapa pihak-pihak terkait untuk mendengarkan masukan terkait  omnibus law  .

                "Bahas UU ini untuk kepentingan semua pihak dan kami akan terbuka," kata anggota
               Baleg DPR, Firman Soebagyo, dalam diskusi bertajuk 'Omnibus Law Bikin Galau?' di
               Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020).

                 Terkait  Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja  , Firman menyebut DPR belum menerima
               draf dari pemerintah. Jika pihaknya sudah menerima draf itu, dia berjanji akan meminta
               pendapat dari berbagai pihak, termasuk serikat buruh.


                   "Ketika teman-teman dari KSPI, KSPN saat demo di DPR ini positif bagi DPR karena
               ini sebuah masukan. Kami terima semua keberatan-keberatan sehingga kami
               menjanjikan ketika kami akan bahas UU ini tentunya akan kami libatkan untuk berikan
               masukan dalam rangka penyempurnaan supaya UU ini adalah paripurna," ungkap
               Firman.


                "Tentunya DPR tentunya akan melihat, pertama dalam pembahasan UU itu harus
               transparan," sambungnya.


                 Selain akan mendengarkan serikat buruh dalam membahas  omnibus law  , DPR
               disebutnya akan meminta tanggapan ke pemerintah daerah dan pelaku usaha.
               Nantinya, DPR akan menarik kesimpulan dari semua pihak saat memutuskan undang-
               undang tersebut.

                "Kita sah-sah saja menyampaikan usulan, nanti akan kita komparasi secara
               menyeluruh, termasuk pandangan teman-teman pemerintah, pelaku usaha, termasuk
               dari buruh, nanti akan kita ambil kesimpulan mana yang baik untuk kepentingan
               Indonesia," kata Firman.


                 Firman menegaskan undang-undang yang dihasilkan DPR tidak boleh bersifat
               diskriminatif. UU yang diputuskan harus adil dan tidak memihak ke satu pihak tertentu.

                "Kualitas UU itu harus betul-betul kita utamakan dan UU itu nggak boleh ada prilaku
               sifatnya diskriminatif, memperlakukan istimewa terhadap kelompok satu dengan yang
               lain," pungkas Firman.





                                                       Page 38 of 163.
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44