Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 40

Title          PELAJARI OMNIBUS LAW, DPR BAKAL STUDI BANDING KE AMERIKA SERIKAT?
               Media Name     tribunnews.com
               Pub. Date      26 Januari 2020
                              https://www.tribunnews.com/nasional/2020/01/26/pelajari-omnibus-law-dp r-bakal-
               Page/URL
                              studi-banding-ke-amerika-serikat
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               JAKARTA  - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak menutup kemungkinan melakukan
               studi banding ke Amerika Serikat guna mempelajari  Omnibus Law. AS diketahui
               merupakan satu di antara negara yang sudah lebih dulu menerapkan Omnibus Law
               karena menganut sistem Common Law.

               "Saya rasa nanti kita lihat perkembangannya. Kalau memang diperlukan, kami juga
               melakukan (studi banding, red), tapi kalau tidak diperlukan juga tidak perlu," ujar
               Anggota Badan Legislasi DPR F-Golkar Firman Soebagyo dalam diskusi bertajuk
               'Omnibus Law Bikin Galau?' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu
               (26/1/2020).

               Dikatakan Firman, persoalan  Omnibus Law  menjadi riuh ketika Badan Perencanaan
               Pembangunan Nasional (Bappenas) mencari dasar hukum atas aturan tersebut.
               Sebab,  Omnibus Law  dikenal di negara yang menganut sistem hukum Common
               Law. Sedangkan Indonesia menganut Civil Law. Kendati demikian, Firman
               menjelaskan  Omnibus Law  di Indonesia tidak sama dengan di negara lain.

                "Omnibus Law dikenal di negara yang menganut sistem Common Law, tetapi ini
               kan bukan seperti yang diatur di negara lain, ini adalah sebuah undang-undang
               baru, yang kedudukan dan derajatnya sama dengan undang-undang lain," jelasnya.

                "Nah perbedaannya adalah UU  Omnibus Law  ini adalah menganulir pasal-pasal
               tertentu dalam sebuah UU, dan ini tidak menghapuskan UU lain, jadi hanya
               menganulir atau merevisi pasal-pasal yang menghambat masalah pertumbuhan,
               iklim investasi, dan ketenagakerjaan, dan lainnya," imbuh Firman.


                Dia meyakini bahwa dasar hukum  Omnibus Law  telah sesuai dengan UU 12 Tahun
               2012 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.


                "Kami harus paham bahwa dasar hukum daripada  Omnibus Law  ini adalah UU 12
               Tahun 2011. Tata cara penyusunan UU dan kedudukan ini tidak lebih dari UU lain,
               dan ini bukan merupakan UU induk. Jadi derajatnya sama dengan UU lain, hanya
               menganulir atau merevisi pasal-pasal tertentu," ujar Firman.


                "Dan UU yang kita revisi, atau kita cabut, itu UU induknya tetap berjalan, jadi tidak
               perlu ada kekhawatiran," katanya..





                                                       Page 39 of 163.
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45