Page 79 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 79

Title          BURUH KHAWATIR OMNIBUS LAW BAKAL HAPUS UPAH MINIMUM
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      26 Januari 2020
                              https://kumparan.com/kumparanbisnis/buruh-khawatir-omnibus-law-bakal-h apus-upah-
               Page/URL
                              minimum-1siUqjB4lhY
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






















               Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja masuk
               dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2020. Targetnya, beleid tersebut bisa
               dituntaskan tahun ini dan berlaku mulai 2021.

               Namun, sejumlah pihak menentang aturan tersebut, terutama buruh. Ketua
               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengaku khawatir
               Omnibus Law akan menghapus sistem upah minimum yang selama ini diterima
               buruh.

               "Setelah kami kaji, ini akan menghapus sistem upah minimum yang berlaku selama
               ini untuk para buruh yang bekerja satu tahun ke bawah," ujar Said dalam diskusi di
               kawasan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (26/1).

               Menurut dia, salah satu yang dipersoalkan buruh dalam Omnibus Law adalah sistem
               pengupahan berdasarkan upah per jam. Said khawatir, hal ini akan menjadi 'senjata'
               pengusaha untuk mengakali para pekerja.

               "Khawatir juga pengusaha yang tidak bayar upah minimum enggak ada
               hukumannya," jelasnya.

               Selain itu, dengan adanya sistem upah per jam ini dikhawatirkan menghapus hak
               pegawai perempuan untuk cuti haid maupun melahirkan.

               Selama ini, para pekerja perempuan diberikan cuti haid selama dua hari serta 1,5
               bulan sebelum dan sesudah melahirkan. Cuti ini pun tidak menghilangkan kewajiban
               pengusaha untuk membayar upah kepada pegawai.

               "Apalagi bagi perempuan, cuti haid dan melahirkan bisa saja (tidak dibayar), karena
               memang sistem upahnya yang per jam," kata dia.






                                                       Page 78 of 163.
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84