Page 97 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 97
Title BP3TKI PEKANBARU SINYALIR KAPAL TENGGELAM BAWA TKI ILEGAL
Media Name beritasatu.com
Pub. Date 25 Januari 2020
https://www.beritasatu.com/nasional/597038/bp3tki-pekanbaru-sinyalir-k apal-
Page/URL
tenggelam-bawa-tki-ilegal
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI)
Pekanbaru menduga kuat kapal kayu yang tenggelam di perairan Provinsi Riau di
Selat Malaka mengangkut tenaga kerja Indonesia (TKI) tanpa izin atau ilegal. Kepala
Seksi Perlindungan BP3TKI Pekanbaru, Bahrizal di Pekanbaru, Sabtu (24/1/2020)
mengatakan identitas 20 penumpang kapal yang diduga TKI belum bisa dipastikan.
Hal itu menguatkan bahwa penumpang adalah buruh migran Indonesia tanpa izin
yang menggunakan jasa tekong untuk masuk ke Malaysia lewat jalur tidak resmi
melalui pelabuhan tikus.
"Diduga kuat mereka TKI ilegal," kata Bahrizal kepada wartawan di Pekanbaru.
Ia menjelaskan dugaan itu disebabkan tidak ada lagi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja
Indonesia (PJTKI) di Riau. Penyaluran buruh migran atau TKI yang resmi hanya
melalui Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang diakui oleh dinas tenaga
kerja setempat.
"PJTKI sudah lama tidak ada lagi. Kalau tenaga kerja dari Riau adalah yang tenaga
ahli. Kalau yang pekerja kasar itu adalah TKI ilegal," katanya.
Selain itu, dugaan TKI ilegal semakin diperkuat karena kapal yang tenggelam
berangkat dari Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis pada malam hari dengan
standar keamanan yang tidak terjamin.
"Kalau malam hari pasti yang berangkat menuju Malaysia itu ilegal. Kalau resmi
berangkat siang hari memakai kapal yang standar keselamatan," ujarnya.
Kepala Basarnas Pekanbaru Ishak menjelaskan seluruh TKI yang hendak menuju
negeri jiran tersebut diketahui berangkat dari Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis
pada Selasa (21/1/2020) malam sekira pukul 21.30 WIB. Sebanyak 10 penumpang
ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan di perairan Kabupaten Bengkalis.
Kemudian satu penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan sembilan
lainnya masih hilang.
Karamnya kapal yang mengangkut penumpang rata-rata dari Provinsi Sumatera
Utara tersebut diduga karena mengalami kebocoran. Upaya pencarian masih terus
dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, Kepolisian dan SAR Malaysia.
Sumber: ANTARA
Page 96 of 163.

