Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 102
Robot Amy tersebut cocok untuk memenuhi berbagai pelayanan di kantor maupun
restoran. Sebab dia adalah robotyang akan atraktif saat berada di antara
kerumunan.
Untuk industri manufaktur, penggunaan robot juga sudah tidak asing. Dikutip dari
website Kampus Bina Nusantara, salah satu jenis robot yang cocok untuk
manufaktur adalah robot artikulasi. Robot tersebut menyerupai lengan manusia
dalam konfigurasi mekanisnya. Keunggulan jenis robot ini adalah memiliki kecepatan
tinggi serta jangkauan kerja luas dengan penempatan ruang yang sedikit.
Sementara kekurangannya membutuhkan pengontrol robot khusus, pemrograman
yang rumit, dan kinematika rumit.
Robot serta berbagai teknologi digital lainnya yang mengiringi revolusi industri 4.0
ini sudah dipastikan berdampak pada tenaga kerja di Indonesia. Presiden Asosiasi
Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, Mirah Sumirat, menyebut di seluruh sektor
industri sekarang telah terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Data yang dimiliki Aspek, sejak 2015 dari berbagai sektor puluhan ribu pekerja
mengalami PHK. Aspek yang merupakan federasi nasional menaungi 80 anggota
serikat pekerja dari seluruh sektor industri di 12 provinsi.
Untuk sektor ritel, dari salah satu supermarket ternama jumlah anggota Aspek dari
15.000 orang tersisa 2.000 orang yang masih bekerja di supermarket tersebut.
"Pengurangan tenaga kerja di ritel itu lebih disebabkan pola konsumsi yang
berubah. Namun di sisi lain juga dampak dari banyaknya toko online," jelasnya.
Mirah mengungkapkan, anggota Aspek dari sektor logistik juga tengah resah karena
kedatangan mesin baru. Mesin pengangkatan barang-barang yang hanya perlu
mencocokkan barcode pada mesin. Nanti mesin tersebut yang memindahkan
barang. PHK karyawan di bidang telekomunikasi juga sudah banyak, bahkan mereka
mendapat dua ancaman. Pertama ,karena teknologi, dan kedua adalah banyak
pekerja asing yang berdatangan ke Indonesia, terutama dari China.
Adapun di bidang automotif, Mirah mengungkapkan bahwa salah satu perusahaan
automotif besar baru saja membeli alat baru yang dapat melaksanakan pekerjaan
yang biasanya dilakukan 30 tenaga manusia. Dengan alat itu perusahaan hanya
membutuhkan 2 tenaga pekerja.
Contoh lain, puluhan ribu pekerja di jalan tol harus mengalami PHK massal seiring
pemerintah mewajibkan penggunaan uang elektronik. Bahkan pada 2020 nanti akan
ada gardu otomatis, jadi ada alat yang dipasangkan ke mobil sehingga saldo akan
otomatis berkurang saat melintasi gardu tol tersebut.
Puluhan ribu pekerja yang mengalami PHK itu hanya mendapat pesangon Rp100
juta-200 juta tanpa ada perhatian lainnya. "Janji pemerintah mentransfer teknologi
atau mempekerjakan mereka melalui Jasa Marga itu tidak ada," ungkap Mirah.
Page 101 of 163.

