Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 139

Title          PENGAMAT MENDUGA MENTERI JOKOWI SILANG PENDAPAT SOAL OMNIBUS LAW
               Media Name     bisnis.com
               Pub. Date      22 Februari 2020
                              https://ekonomi.bisnis.com/read/20200222/9/1204643/pengamat-menduga-me nteri-
               Page/URL
                              jokowi-silang-pendapat-soal-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative















               JAKARTA - Praktisi Hukum Ade Irfan Pulungan curiga banyak aparatur negara,
               termasuk para pembantu presiden, tidak mempunyai pemahaman yang utuh atas
               visi presiden terhadap omnibus law.

                "Akibatnya, banyak penjelasan menteri ataupun staf presiden yang seakan
               bertentangan dengan niat dan tujuan Presiden Joko Widodo dalam usulan Omnibus
               Law Cipta Kerja," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu
               (22/2/2020).


                Politisi PPP yang pernah menjadi Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye
               Nasional Jokowi-Ma'ruf ini memberikan contoh, kasus 'salah ketik pada pasal 170
               RUU Cipta Kerja.

                "RUU yang telah diserahkan Pemerintah kepada DPR RI, tapi masih ada yang 'salah
               ketik', sangat bertentangan dengan doktrin hukum dan sistem hierarki hukum di
               Indonesia," tambahnya.


                 Menurut Ade, Omnibus Law sebenarnya merupakan ide dan gagasan yang sangat
               baik dan brilian dari Presiden Jokowi.


                Sebagai terobosan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia di tengah kondisi
               perekonomian global yang sampai saat ini kurang membaik. Sehingga, untuk
               memudahkan para investor tetap menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi
               favorit.

                Namun, dalam pelaksanaan gagasan dan terobosan ini, Ade menilai aparatur
               negara belum dapat menyampaikan gagasan tersebut ke dalam koridor hukum yang
               baik.

                "Akibatnya, keterangan yang mereka sampaikan ke publik cenderung menimbulkan
               salah persepsi, bahkan dapat menimbulkan kegaduhan," jelasnya.

                "Pemahaman yang salah dari aparatur pemerintahan itu tidak mampu
               menerjemahkan keinginan Presiden Jokowi terhadap Omnibus Law," tambah Ade.




                                                      Page 138 of 223.
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144