Page 143 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 143

Title          DIBUAT TERBURU-BURU, OMNIBUS LAW DINILAI BISA GEROGOTI PROSES DEMOKRASI
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      22 Februari 2020
                              https://www.suara.com/news/2020/02/22/204709/dibuat-terburu-buru-omnib us-law-
               Page/URL
                              dinilai-bisa-gerogoti-proses-demokrasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               RUU Cipta Kerja atau  Omnibus Law  yang tengah digodok pemerintah dinilai telah
               merusak tatanan demokrasi dan terburu-buru. Bahkan, penerapan Omnibus Law
               juga ditolak di beberapa negara lain.


                Pengamat politik dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Andi Syafrani menilai
               perumusan Omnibus Law dibawah komando Kementerian Koordinator Bidang
               Perekonomian itu tidak demokratis sebab dilakukan secara tertutup dan terburu-
               buru.

                "Omnibus Law ini dapat menggerogoti proses demokrasi, ini yang penting. Karena

               tadi proses legislasi yang tidak melibatkan banyak publik yang dikejar waktu karena
               target padahal bacaannya banyak, akibatnya adalah proses dialogis rakyat
               kemudian wakil rakyat yang mendapat mandat rakyat untuk membuat uu ini
               menjadi terpinggirkan," kata Andi saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat
               (22/2/2020).

                Dia juga menyebut konsep omnibus law yang membuat aturan baru untuk

               menggantikan aturan lain yang sudah berlaku itu sudah dihindari di berbagai
               negara, karena jauh dari prinsip demokrasi.

                "Makanya di beberapa negara sangat hati-hati mau pake ini. Bahkan mereka sudah
               meninggalkan New Zealand, Inggris, dan kemudian Vietnam," ucapnya.


                Menurutnya, di negara-negara tersebut Omnibus Law hanya digunakan untuk
               undang-undang yang berkaitan dengan aturan keuangan dan teknikal.

                "Ini (Omnibus Law di Indonesia) teknikal tapi menerabas aspek aspek yang

               fundamental seperti kebebasan sipil misalnya, keamanan, administrasi pemerintahan
               atau seterusnya, pers juga dimasukin sebagai bagian yang dianggap mengganggu
               investasi," tegasnya.










                                                      Page 142 of 223.
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148