Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 46

Title          SELAIN ANCAM KESEJAHTERAAN BURUH, TURUNNYA KONSUMSI DOMESTIK
                              DIPRAKIRAKAN AKAN TERJADI AKIBAT OMNIBUS LAW
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      23 Februari 2020
               Page/URL       https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-01343220/selain-ancam-keseja hteraan-
                              buruh-turunnya-konsumsi-domestik-diprakirakan-akan-terjadi-aki bat-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Pemerintah kini sedang melakukan penyusunan Rancangan Undang-Undang Cipta
               Lapangan Kerja ( RUU Ciptaker) Omnibus Law.

               Melalui hal tersebut, pemerintah juga ingin memudahkan investasi.

               Namun dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), hal ini
               ditakutkan akan mengancam kesejahteraan buruh.

               "Draf RUU disahkan bisa mendatangkan investasi, bisa mencipta lapangan kerja,
               tetapi orang yang terserap di dunia kerja tersebut juga malah bisa terjerat
               pekerjaan yang rentan," ucap Irham Ali Saifuddin, Programme Officer Organisasi
               Perburuhan Internasional (ILO) di Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2020.

               Menurutnya, dari RUU itu para pekerja justru akan sangat rentan kehilangan
               pekerjaannya.

               Pasalnya, ada fleksibilitas pekerjaan yang membuat para pekerja mudah
               diberhentikan, dan juga dikarenakan bentuk RUU itu seperti outsourcing .

               Hal itu membuat mereka usai kerja, lalu mereka akan di reset , seolah-olah mulai
               dari nol lagi.

               Kondisi seperti ini tentu berdampak pada kesejahteraan buruh. Selain itu juga
               berimbas pada daya beli.

               "Puncaknya, kondisi itu akan mengakibatkan pada turunnya konsumsi domestik,"
               kata Irham.

               Menurut Irham, peningkatan investasi di Indonesia pun belum dapat dipastikan.
               Terlebih lagi, adanya wabah virus corona baru COVID-19 yang belum terselesaikan.

               Pasalnya, satu produk bisa melibatkan banyak produsen di beberapa negara
               sehingga dapat berkaitan satu sama lain.




                                                       Page 45 of 223.
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51