Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 50

Title          KNPI DUKUNG OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN KERJA SEGERA DISAHKAN
               Media Name     jpnn.com
               Pub. Date      23 Februari 2020
                              https://www.jpnn.com/news/knpi-dukung-omnibus-law-cipta-lapangan-kerja -segera-
               Page/URL
                              disahkan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive















               JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
               mendukung UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja segera disahkan. Draft RUU
               tersebut telah diserahkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga
               Hartarto ke DPR, 12 Februari lalu.

               Dukungan dinyatakan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DPP KNPI yang
               dihadiri 34 pimpinan DPD Provinsi di Jakarta, Minggu (23/2) "Sengaja kami
               mengumpulkan 34 pimpinan provinsi DPD KNPI seluruh Indonesia dalam forum
               rakornas, untuk membahas secara detail dan seksama perihal RUU Omnibus Law ini
               agar kami dapat mengkaji dan menyepakati kebijakan strategis ini," ujar Ketua
               Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah, Jakarta, Minggu (23/2) Menurut Fajrie,
               omnibus law merupakan cara pemerintahan Joko Widodo menghadapi berbagai
               tantangan ekonomi. Visi Indonesia 2045 yang ingin menjadikan Indonesia sebagai
               salah satu kekuatan besar ekonomi dunia, merupakan suatu keniscayaan dan salah
               satu cara untuk mencapai visi tersebut dengan membuat dan mengesahkan UU
               Omnibus Law bersama DPR.

               "KNPI Se-Indonesia menyatakan secara bulat mendukung rencana pemerintah. Hasil
               pemaparan dan kajian kami para pemuda seluruh Indonesia akan kami sampaikan
               langsung ke Presiden Jokowi," ucapnya.

               Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga
               menyebut, berbagai aturan di Indonesia saat ini dapat dinilai belum ramah terhadap
               investasi. Berdasarkan Ease Business Survey oleh World Bank, lanjut Fajrie,
               kemudahan izin usaha Indonesia berada di peringkat ke-73 dari 190 negara.

               Posisi tersebut berada jauh di baaah Singapura yang berada di posisi ke-2, Malaysia
               posisi ke-12 dan Thailand di posisi ke-21. Selain itu, persoalan lain adalah tenaga
               kerja.

               "Adanya keperluan tenaga kerja yang terampil, berkompeten sehingga mampu
               bersaing di dalam pasar tenaga kerja global. Untuk itu, dibutuhkan suatu aturan




                                                       Page 49 of 223.
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55