Page 54 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 54

Title          OMNIBUS LAW DIHARAPKAN TAK HAPUS SYARAT BAHASA INDONESIA TKA
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      22 Februari 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200222033433-20-477015/omnibus -law-
               Page/URL
                              diharapkan-tak-hapus-syarat-bahasa-indonesia-tka
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan
               dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak ingin kewajiban mampu berbahasa Indonesia
               bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) dihapus lewat RUU  Omnibus Law  Cipta Kerja.


               Plt. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar
               mengatakan kewajiban itu sudah diatur dalam Peraturan Presiden No. 20 Tahun
               2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing pada Pasal 26.


               Dia tak mau kewajiban itu ditiadakan lewat RUU Omnibus Law.

               "Kurang lebih pengguna tenaga kerja asing wajib memfasilitasi pelatihan berbahasa
               Indonesia. Itu di perpresnya sudah ada," ujarnya di Kemendikbud, Senayan, Jumat
               (21/2).

               Pada Perpres No. 20 Tahun 2018, Pasal 26 ayat 1 mengatur 'Setiap Pemberi Kerja
               TKA wajib memfasilitasi pendidikan dan pelatihan Bahasa Indonesia kepada TKA'.
               Namun ketentuan tersebut tidak berlaku untuk TKA yang menduduki jabatan direksi
               atau komisaris.


               Dadang mengartikan dari isi ayat tersebut berarti perusahaan harus mewajibkan
               TKA yang akan dipakai belajar Bahasa Indonesia. Dalam hal ini Badan Bahasa
               memfasilitasi tempat kursus serta tes kemampuan bahasa.


               Tesnya dilakukan melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Nantinya,
               hasil tes peserta akan dikategorikan dalam tujuh peringkat. UKBI bisa dilakukan oleh
               WNA maupun WNI.


               "Mulai dari peringkat istimewa sampai terbatas. Itu dikembalikan lagi kepada
               pengguna TKA. Misalnya dalam bidang obat, kedokteran dan lain-lain. Peringkatnya
               nggak boleh rendah," jelasnya.

               Menurut penelusuran CNNIndonesia.com, pada draf RUU Cipta Kerja terdapat
               sejumlah ketentuan yang mengatur TKA.


               Pada Pasal 4 ayat 4 dikatakan bahwa ketentuan pada RUU tersebut dibuat untuk
               'kemudahan perizinan bagi tenaga kerja asing yang memiliki keahlian tertentu yang
               masih diperlukan untuk proses produksi barang dan jasa'.






                                                       Page 53 of 223.
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59