Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 59

lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, dan tidak membawa kesejahteraan
               masyarakat.


                "Dalam RUU Ciptaker, akan mengulangi hal serupa dan semakin membawa dampak
               buruk bagi iklim perekonomian Indonesia. Selain itu, Omnibus Law akan semakin
               memperlebar defisit neraca perdagangan Indonesia," tutur Nining.

                Dia berkata bahwa Omnibus Law RUU Ciptaker justru semakin memiskinkan para
               pekerja yang menopang jalannya investasi melalui fleksibilitas tenaga kerja dan
               memburuknya kondisi kerja.


                Pasalnya, dia melihat draf RUU Ciptaker memberikan fleksibilitas tenaga kerja yang
               menggambarkan kemudahan merekrut dan memberhentikan pekerja masuk dalam
               pasal status kontrak tanpa batas, penghapusan perlindungan upah dan PHK, serta
               pemotongan jumlah pesangon.

                   Memperburuk Kondisi Kerja  Menurutnya, Omnibus Law Ciptaker juga
               memperburuk kondisi kerja dengan pasal mengenai produktivitas, jam kerja panjang
               termasuk penambahan jam lembur, upah penggantian hak cuti hilang termasuk cuti
               sakit, menikah, ibadah, dan melaksanakan tugas serikat pekerja, sementara di sisi
               lain sanksi denda dan pidana bagi pengusaha dihapuskan.

                Menurutnya, perempuan pekerja akan paling terdampak dengan Omnibus Law RUU
               Ciptaker karena dihapusnya ketentuan perlindungan seperti cuti hamil atau
               keguguran, haid. Bahkan, katanya perempuan yang menyusui saat bekerja tidak
               akan dianggap sedang bekerja sehingga otomatis tidak mendapat upah.


                Jika melihat ke cita-cita bernegara di UUD 1945, dia menambahkan, Omnibus Law
               RUU Ciptaker membawa Indonesia menjauh dari demokrasi yang dicita-citakan. Ia
               menegaskan, FRI menolak draf Omnibus Law RUU Ciptaker yang mengabaikan nilai-
               nilai demokrasi secara keseluruhan.

                "Pemerintah dan DPR seharusnya menyusun UU untuk melindungi dan
               menyuarakan suara rakyat yang terdampak regulasi," ujar Nining.


                 (mts/bmw).
























                                                       Page 58 of 223.
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64