Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 58

Nining menyayangkan hal tersebut karena ketentuan mengenai izin lingkungan
               secara historis merupakan respons legislatif atas ketidakefektifan pencegahan
               pencemaran dan kerusakan lingkungan melalui izin usaha.


                Izin lingkungan, lanjutnya, dibuat dengan tujuan mengarusutamakan pertimbangan
               lingkungan dalam pengambilan keputusan mengenai pembangunan.

                "Dalam perjalanannya, izin lingkungan juga telah menjadi alat partisipasi
               masyarakat dalam pembangunan, bahkan dalam mempertahankan ruang hidupnya,"
               ucap Nining.


                Di bidang perburuhan, Nining juga menyayangkan langkah penghapusan beberapa
               ketentuan seperti terkait upah cuti saat sakit, haid, berhalangan kerja karena
               keperluan menikah, menikahkan anggota keluarga, khitanan, baptis anak, hingga
               bila anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia.

                "Kemunculan ketentuan-ketentuan itu dalam UU Ketenagakerjaan merupakan
               perjuangan panjang buruh dalam meminta kehadiran negara dalam hubungan
               buruh dan majikan yang timpang posisi tawarnya," ungkapnya.

                Nining juga menyoroti poin yang memberikan kewenangan bagi seorang presiden
               untuk membatalkan peraturan daerah (perda). Menurutnya, Omnibus Law RUU
               Ciptaker mengancam perda-perda pengakuan masyarakat adat yang telah
               diperjuangkan selama ini.

                Dia pun menilai bahwa Omnibus Law RUU Ciptaker tidak mengatasi masalah
               reformasi birokrasi yang macet. Menurutnya, masalah kemacetan reformasi birokrasi
               terletak pada implementasi regulasi yang sudah diterbitkan oleh pemerintah dalam
               sembilan tahun terkahir.

                Nining menyalahkan langkah pemerintah yang mempreteli regulasi-regulasi yang
               bertujuan mempercepat reformasi birokrasi seperti Peraturan Presiden nomor 80
               tahun 2011 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025 (vide
               Perpres 80/2011).


                "Reformasi birokrasi yang sudah dibangun dengan berbagai perbaikan tata kelola
               pemerintah, penguatan organisasi, dan pengembangan mekanisme kontrol, dan
               pengelolaan administrasi di segala sektor justru mulai dipreteli satu per satu sejak
               2014 dengan diterbitkannya peraturan yang bertentangan dengan peraturan lebih
               tinggi," tuturnya.

                 Dari sisi ekonomi, menurut Nining, substansi draf Omnibus Law RUU Ciptaker juga
               tidak menjamin akan menarik investasi serta menyejahterakan rakyat.

                Ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi kesalahan seperti saat
               memberikan keistimewaan kepada investor atau korporasi melalui Perjanjian
               Bilateral Investment Treaty (BIT). Pasalnya, lanjut dia, kebijakan itu tidak membuat
               investasi masuk ke Indonesia malah mengancam kedaulatan negara, kerusakan




                                                       Page 57 of 223.
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63