Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 98

memberikan tanggapan dan masukannya yang konstruktif kepada pemerintah,"
               katanya.


               Berdasarkan survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS),
               saat ini masih terdapat 7,05 juta pengangguran, yang mana 2,24 juta angkatan
               kerja baru, 8,14 juta kelompok setengah penganggur, dan 28,41 juta pekerja paruh
               waktu (45,84 juta angkatan kerja yang bekerja tidak penuh).


               "Berdasarkan struktur ketenagakerjaan tersebut, kita tahu, ini tidak mudah,
               sehingga perlu upaya bersama untuk memecahkan persoalan tersebut," tambah
               Ida.


               Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjut Menaker, upaya yang harus bisa
               dilakukan adalah memperluas lapangan kerja melalui pemberian kesempatan dan
               fasilitas kemudahan berusaha dengan tetap menjaga perlindungan terhadap
               pekerja/buruh yang bekerja.

               "Selain itu, upaya reformasi birokrasi, penyederhanaan perizinan, dan perubahan
               regulasi juga diperlukan untuk dapat menciptakan ekosistem berusaha dan bekerja
               yang lebih baik, " katanya.

               Ida mengungkapkan, World Bank menyoroti peraturan ketenagakerjaan Indonesia
               terkait dengan kemudahan berbisnis. Dibandingkan dengan negara berpenghasilan
               menengah ke bawah di Asia Timur dan Pasifik, Indonesia dinilai memiliki peraturan
               ketenagakerjaan yang kaku, terutama terhadap perekrutan tenaga kerja.

               Rilis terbaru Japan External Trade Organization (JETRO) terkait kondisi bisnis
               perusahaan Jepang di Asia dan Oceania, menyebut, sebanyak 55,8 persen
               perusahaan yang disurvei, menyatakan ketidakpuasannya terhadap produktivitas
               tenaga kerja Indonesia bila dibandingkan dengan upah minimum yang dibayarkan.


               "Tingkat ketidakpuasan tersebut jauh lebih tinggi dari rerata negara-negara di Asia
               Tenggara yang hanya 30,6 persen. Bahkan, tingkat ketidakpuasan Kamboja masih
               di atas Indonesia dengan 54,6 persen," ujarnya.


               Namun di sisi lain, Ida menambahkan, dalam praktiknya, tingkat kepatuhan
               perusahaan untuk memenuhi pembayaran kompensasi pemutusan hubungan
               kerja(PHK) sesuai peraturan sangat rendah.

               Data Kemnaker pada 2019 mengungkapkan, dari sekitar 536 persetujuan bersama
               (PB) pemutusan hubungan kerja, yang memenuhi pembayaran kompensasi sesuai
               ketentuan UU Nomor 13/Tahun 2003 hanya sekitar 147 persetujuan bersama atau
               sekitar 27 persen. Sisanya, sebanyak 384 persetujuan bersama atau sekitar 73
               persen tidak melakukan pembayaran kompensasi PHK sesuai dengan UU Nomor
               13/Tahun 2003.

               Data ini sejalan dengan laporan World Bank, yang mengutip data Sakernas BPS
               2018. Berdasarkan laporan pekerja, sebanyak 66 persen pekerja sama sekali tidak




                                                       Page 97 of 223.
   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103