Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 95

Title          ADA OMNIBUS LAW, JAM KERJA BURUH BAKAL DIEKSPLOITASI?
               Media Name     liputan6.com
               Pub. Date      22 Februari 2020
                              https://www.liputan6.com/bisnis/read/4184998/ada-omnibus-law-jam-kerja -buruh-
               Page/URL
                              bakal-dieksploitasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Jakarta -  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut ada 9 alasan
               mengapa  omnibus law  harus ditolak. Sembilan alasan tersebut antara lain
               hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon, outsourcing bebas diterapkan di
               core bisnis, kerja kontrak tanpa batasan waktu.


                Kemudian, waktu kerja yang eksploitatif, TKA buruh kasar berpotensi bebas masuk
               ke Indonesia, mudah di PHK, jaminan sosial terancam hilang, dan sanksi pidana
               hilang.

                Terkait dengan pernyataannya yang menyebut  omnibus law  mengatur jam kerja
               yang eksploitatif, Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan beberapa alasan.

                Alasan pertama, di dalam RUU Cipta Kerja tidak lagi diatur waktu kerja 7 jam dalam
               1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja atau 8 jam dalam 1 hari dan 40 jam
               dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja. Dengan kata lain, UU No 13 Tahun 2003
               mengatur, waktu kerja dilakukan 5 atau 6 hari kerja.


                Tetapi di dalam  omnibus law  Cipta Kerja, tidak ada lagi ketentuan mengenai 5 dan
               6 hari kerja. "Dalam omnibus law hanya disebutkan, waktu kerja paling lama 8 jam
               1 hari dan 40 jam 1 minggu," kata Said Iqbal.


                Karena tidak ada batasan hari, lanjutnya, bisa saja pekerja dipekerjakan 10 jam
               dalam sehari selama 4 hari. Asalkan totalnya 40 jam.


                "Selain itu, karena menggunakan frasa paling lama 8 jam 1 hari. Bisa saja hanya
               dipekerjakan 4 jam dalam sehari (kurang dari 8 jam), dan upahnya dibayar per jam
               atau berdasarkan satuan waktu," tegas Iqbal.


                Alasan kedua, di dalam omnibus law juga diatur, pengusaha dapat memberlakukan
               waktu kerja yang melebihi ketentuan waktu kerja untuk jenis pekerjaan atau sektor
               usaha tertentu. Dengan kata lain, ketentuan ini melegalkan jam kerja melebihi 8
               jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu.

                "Meskipun dikatakan ketentuan lebih lanjut mengenai jenis pekerjaan atau sektor
               usaha tertentu serta skema periode kerja diatur dengan Peraturan Pemerinta,





                                                       Page 94 of 223.
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100