Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2019
P. 123
Title MENYOAL KARTU PRAKERJA
Media Name koran-sindo.com
Pub. Date 08 Maret 2019
Page/URL http://koran-sindo.com/page/news/2019-03-08/1/1/Menyoal_Kartu_Prakerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Calon presiden (capres) petahana Joko Widodo kembali mengeluarkan " jurus kartu
sakti". Kali ini kartu tersebut diberi nama Kartu Pra- Kerja.
Kartu tersebut, nantinya akan dibagikan kepada lulusan SMA atau SMK maupun yang
lulus dari politeknik atau per guruan tinggi untuk bisa masuk ke industri. Artinya
diberikan kepad a mereka yang belum menda patkan pekerjaan alias menganggur.
Dengan kartu ini, para lulusan tersebut akan mendapatkan gaji dari pemerintah dan
pelatihan-pelatihan kerja dalam rangka meningkatkan skill atau keahlian. Pro kontra kar
tu tersebut me ngemuka. Diskursus se makin sengit pasalnya kartu tersebut
disampaikan pada masa kampanye Pilpres 2019. Ba nyak kalangan menilai bahwa
dengan ada komponen gaji, ke bijakan tersebut tersebut terlalu populis dan hanya mem
be bani APBN. Bahkan, program tersebut kontraproduktif de ngan pr ioritas pemerintah
yang mau meng garap pembangunan sum - ber d aya manusia (SDM).
Konsepsi Jaminan Sosial
Konsepsi mengenai jaminan sosial ter tuang dalam Pasal 34 UUD 1945, khususnya ayat
(1) dan (2). Ayat (1) berbunyi fakir misk in d an anak-anak terlantar dipelihara oleh
negara , se mentara ayat (2) negara me ngembang kan sistem jaminan sosial bagi
seluruh rakyat dan member dayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai
dengan martabat ke man u siaan. Berangkat dari amanat tersebut, program Kartu Pra
Kerja yang disampaikan oleh Pre siden Jokowi menjadi sangat realistis, dalam rangka
men ja lankan amanat UUD 1945, dan tentunya para pengang guran d alam terminolo
gi demiki an masuk d alam kategori fakir miskin dan anak terlantar serta ke lompok
masyarakat lemah, se hingga layak untuk mend apatkan jaminan sosial serta pem be rd
ayaan oleh negara.
Dengan demikian, member ikan kartu pra kerja dengan ada komponen gaji bisa saja
dipahami sebagai bagian dari penyeleng garaan j aminan sosial. Beberapa negara telah
memberikan gaji kepada para pe - ngang guran. Di antaranya adalah Finlandia, Swedia,
Malta, Arab Saudi dan Irlandia. Di Finlandia pada 2017 menjadi ne ga - ra pertama di
Eropa yang membayar pengangguran. Warga Fin landia yang tak punya pekerjaan akan
menerima uang cuma- cuma bulanan sebesar 560 euro atau sekitar USD587. Jika
dikalkulasikan ke ru piah, maka pengangguran di sana akan mendapatkan uang sekitar
Rp7.200.000. Mereka melakukan uji coba selama dua tahun dan diharapkan dapat
mengurangi kemiskinan dan meningkatkan lapangan pe ker - jaan.
Percobaan ini dilakukan terhadap 2.000 warga pengang - gur an yang dipilih secara
acak. Bagi mereka yang terpilih, akan menerima uang Rp7,8 juta se tiap bulan d an tak
dibebani ke wa - jiban untuk melaporkan peng - gunaan uang itu. Uang bulanan bagi
para pe - ngangguran ini tentu sangat jauh di bawah rata-rata pen da - pat an warga
Page 122 of 137.

