Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2019
P. 125
sebaiknya diubah dari gaji menjadi asuransi pengan g - gur an, yang bersumber dari
luar APBN, serta cakupannya yang diperlebar. Bukan hanya ke pa - da pekerja yang
terkena PHK , tetapi juga kepada para lulusan SMU/SMU dan lainnya yang masih
mengang gur.
Pasalnya beragam pro gram dan ko mit - men pemerintah untuk pen ing - katan
kualitas SDM sudah cukup banyak, hanya konsistensi implementasinya yang perlu
diperkuat. Komitmen tersebut antara lain, pertama, APBN 2019 su - dah cukup
memberikan ko mit - men pemerintah untuk mem - be rikan jaminan sosial ter ma - suk
adalah peningkatan kua li - tas SDM. Diketahui APBN 2019 sud ah cukup memberikan
porsi bag i pembangunan SDM In do - nesi a. Hal ini bisa dilihat dengan kenaikan dua
pos p e ngem ba - ngan SDM dalam APBN ma - sing-masing alokasi anggaran
kesehatan dan anggaran pe n - didikan. Di mana masing-ma - sing meningkat hingga
men ca - pai Rp123,1 triliun dan Rp492,5 triliun.
Komitmen ini se ka ligus menggambarkan po li tical will pemerintah yang me nem pat -
kan SDM sebagai salah satu kunci meningkatkan daya saing bangsa. Kedua, dengan
beberapa ke - bi jakan dan program pe me rin - tah untuk penguatan SDM de - ngan
model penguatan kom pe - ten si teknis dan skill peserta di - dik sehing ga lulusannya
adalah SDM yang siap kerja d an mam - pu terserap secara langsung oleh pasar tenaga
kerja. Con - tohnya adalah Instr uksi Pre si - den (Inpres) Nomor 9 Tahun 20 16
tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kua - li tas dan Daya Saing Sumber
Daya Manusi a dikeluarkan pa - da 9 September 2016. Dan, Per - aturan Menteri
Perindustri an (Permeperin) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pem bi - na an dan
Pengembangan Se ko - lah Menengah Kejuruan Ber ba - sis Kompetensi yang Link and
Match dengan Industri.
Melalui kebi jakan ini, di ha - rapkan akan tersedia tena ga ker ja terampil yang siap
pakai oleh industri yang berasal dari lulusan SMK. Permenperin No - mor 3/2017,
menyebutkan bah - wa peran SMK, antara lain me - lakukan penyusunan kur i ku - lum
yang mengacu pada Stan - dar Kompetensi K er ja Na sional Indonesia (SKKNI) atau
stan - d ar internasional. Upaya ini akan melibatkan pelaku d an asosiasi industri. Sed
angkan, peran industr i, antara lain ad alah memberikan masukan untuk penyelarasan
ku ri kulum di SMK, mem fa si li - tasi praktik kerja bagi siswa SMK dan magang bagi
guru se - suai dengan program keahlian, menyediakan instruktur se - bagai pembimbing
praktik ker ja dan magang, serta menge lua r - kan sertifikat bagi siswa SMK dan g ur u.
Bukan hanya itu, Permenperin Nomor 3/2017 juga menghendaki agar indus - tr i-
industri memiliki SMKSMK binaan yang berada di se - kitar industri. Sehing ga proses
penerapan dan implementasi link and match, baik kur ikulum, pembinaan, supervisi,
dan lain sebagainya dapat dilakukan secara efektif.
EKO SETIOBUDI
Dosen STIE Tribuana Bekasi
Page 124 of 137.

