Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MEI 2020
P. 34

Penerima Kartu Prakerja terbanyak

               Menurut data PMO, hingga saat ini terdapat 392.338 peserta Kartu Pekerja
               merupakan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi virus corona.
               Secara lebih rinci dirinya memaparkan, dari gelombang I, terdapat 168.111 peserta
               yang lolos mendapatkan insentif dan pelatihan Kartu Prakerja, dengan 161.512 di
               antaranya merupakan korban PHK. Adapun pada gelombang II, terdapat 288.154
               orang peserta dengan 132.642 orang yang merupakan korban PHK. Sementara
               pada gelombang III dengan jumlah peserta 224.615 orang, 98.184 merupakan
               korban PHK.

               "Dari jumlah ini sebagian adalah yang diusulkan oleh Kemnaker (Kementerian
               Ketenagakerjaan), karena itu kami menggunakan accuration," ungkap Deni.

               "Sehingga, ini saya tekankan, perlu adanya toleransi, tidak perlu selfish (egois)
               kalau misalnya kita bukan terdampak, ya jangan mendaftar sekarang. Kita
               dahulukan saudara yang terdampak untuk bisa menenerima manfaat," kata Denni
               lagi.

               Adapun berdasarkan survei yang dilakukan oleh manajemen pelaksana
               menunjukkan, dari jumlah orang yang tercatat sebagai peserta Kartu Prakerja,
               sebanyak 61 persen di antaranya laki-laki dengan 39 persen lainnya perempuan.
               Rentang usia peserta Kartu Prakerja mayoritas adalah 18 tahun hingga 34 tahun.


               "Sehingga sesuai dengan target grup sejak awal. Untuk tingkat pendidikan
               mayoritas SMA sederajat," ujar Denni.


               Masih berdasarkan survei yang sama, sebagian besar peserta menggunakan uang
               insentif paska-pelatihan yang diberikan pemerintah sebesar Rp 600.000 di bulan
               pertama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti untuk makan, transportasi,
               dan kebutuhan lain. Selain itu, peserta juga menggunakan uang insentif untuk
               modal usaha hingga untuk mambayar cicilan kredit atau utang.

               "Yang pertama, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itu 90 persen, kemudian
               sebanyak 25 persen untuk modal usaha karena sudah banyak yang mulai jualan
               kue, pudding, dan lain-lain," kata dia.

               "Kemudian ada juga yang menggunakan uang insentif untuk menabung itu
               sebanyak 23 persen dan ada juga yang untuk membayar kredit atau utang 16
               persen. Ini mereka bisa memilih lebih dari satu (opsi dalam survei)," tambahnya.

               Denni mengatakan, saat ini sudah ada 300.000 orang yang telah mendapatkan
               kucuran insentif paska pelatihan program Kartu Prakerja sebesar Rp 600.000.
               Sehingga, total anggaran yang telah digelontorkan untuk insentif sebesar Rp 180
               miliar. Secara lebih rinci, Denni menjelaskan, hingga gelombang III terdapat
               680.000 orang yang menjadi peserta program Kartu Prakerja. Dari jumlah tersebut,
               sebanyak sebanyak 530.000 peserta telah melakukan transaksi pembelian insentif
               dan 350.000 di antaranya telah menuntaskan pelatihannya.




                                                       Page 33 of 101.
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39