Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MEI 2020
P. 38

Title          NADA LIRIH LEBARAN PARA KORBAN PHK IMBAS CORONA
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      26 Mei 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200526064248-20-506854/nada-li rih-lebaran-
               Page/URL
                              para-korban-phk-imbas-corona
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





               Wabah corona dan hal-hal yang diakibatkannya membuat suasana lebaran tahun ini
               terasa berbeda bagi banyak orang. Hal serupa dirasakan dengan Andi Akbar di
               Bekasi.


               Pemutusan hubungan kerja (PHK) awal April lalu sontak membuatnya pontang-
               panting memasukkan surat lamaran. Berawal dari pemotongan gaji kemudian
               berujung pada unpaid leave.


               "Rasanya tiba-tiba enggak fokus, hari itu keputusan PHK, terus hari itu langsung
               apply ke tempat lain," kata Andi pada CNNIndonesia.com, Senin (25/5).


               Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, dia cukup memaklumi kondisi perusahaan
               apalagi perusahaan tempatnya bekerja bergerak di industri fesyen. Andi
               berpendapat, ada atau tidak ada pandemi, sandang bukan kebutuhan utama.
               Ditambah pandemi, uang lebih dicari untuk kebutuhan perut.


               Bisnis busana muslim dengan label 'Eloise Montcava' pun terkena dampak. Mau tak
               mau ia hanya bisa mengandalkan tabungan untuk 2-3 bulan mendatang. Dia
               optimistis bisa memperoleh pekerjaan lagi di industri fashion sebelum tabungannya
               kandas.

               "Kalau kondisi sudah lebih baik, mungkin bisa balik lagi ke kantor lama," kata dia.


               Berbeda dengan Andi, Mahesa Dwiputra masih belum bisa berdamai dengan
               keputusan perusahaan dan kondisinya saat ini. PHK membawa dampak begitu besar
               buat ia dan keluarga. Lebaran akibat pandemi sudah terasa hampa ditambah PHK di
               awal April lalu.

               Meski baru tujuh bulan menjadi staf marketing and communication di sebuah
               perusahaan swasta, Mahesa sudah nyaman dengan pekerjaan, ritme kerja juga
               suasananya.

               "Tiba-tiba, kalau kata anak-anak, shit happens. Hari pertama masih santai, tapi
               lama-lama sakit juga. Cuma mau sampai kapan. Marah, kecewa, nangis, misalkan
               dibiarin malah jadi penyakit," katanya lirih.

               Di sisi lain, dirinya merasa beruntung karena sang istri tidak bernasib sama meski
               THR dicicil dan gaji dipotong sekian persen. Selang beberapa waktu, ia pun
               memperoleh pekerjaan baru. Kondisinya 180 derajat berbeda dengan perusahaan





                                                       Page 37 of 101.
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43