Page 36 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MEI 2020
P. 36
"Mereka yang tercatat di- PHK, dirumahkan, yang bekerja di sektor pariwisata dan
industri. Ini kan datanya sudah diberikan ke kami, ternyata belum banyak (data
yang masuk) dan yang daftar Kartu Prakerja. Jadi dengan perpanjang ini,
harapannya kita bisa melengkapi data yang ada di sistem," ujar dia.
"Tahun ini sekitar 30 gelombang. Jadi masih banyak (kesempatan). Jadi kita sengaja
bertahap, kenapa tidak langsung buka saja 5,6 juta peserta di awal? Karena kita
mempertimbangkan kecepatan informasi dan kemapuan server kita yang juga
terbatas," kata Denni.
Harapannya, mereka yang belum memiliki informasi atau terlambat mendapatkan
informasi pendaftaran Kartu Pekerja, bisa mendaftar di gelombang selanjutnya (
cara daftar Kartu Prakerja atau cara daftar Prakerja).
Hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan 5,6 juta peserta bisa menerima
menfaat dari Kartu Prakerja, dengan anggaran sebesar Rp 20 triliun.
Dari anggaran tersebut, setiap peserta mendapat insentif totalnya sebesar Rp
3.550.000.
Adapun rinciaannya, Rp 1 juta untuk biaya pelatihan, Rp 600.000 per orang per
bulan untuk insentif pasca pelatihan, yang akan diberikan selama empat bulan atau
totalnya mencapai Rp 2,4 juta. Sedangkan sisanya sebesar Rp 150.000 merupakan
insentif survei.
Menurut data PMO, hingga saat ini terdapat 392.338 peserta Kartu Pekerja
merupakan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi virus corona.
Secara lebih rinci dirinya memaparkan, dari gelombang I, terdapat 168.111 peserta
yang lolos mendapatkan insentif dan pelatihan Kartu Prakerja, dengan 161.512 di
antaranya merupakan korban PHK.
Adapun pada gelombang II, terdapat 288.154 orang peserta dengan 132.642 orang
yang merupakan korban PHK. Sementara pada gelombang III dengan jumlah
peserta 224.615 orang, 98.184 merupakan korban PHK.
"Dari jumlah ini sebagian adalah yang diusulkan oleh Kemnaker (Kementerian
Ketenagakerjaan), karena itu kami menggunakan accuration," ungkap Deni.
Sehingga ini saya tekankan, perlu adanya toleransi, tidak perlu selfish (egois) kalau
misalnya kita bukan terdampak, ya jangan mendaftar sekarang. Kita dahulukan
saudara yang terdampak untuk bisa menenerima manfaat," kata Denni lagi.
Adapun berdasarkan survei yang dilakukan oleh manajemen pelaksana
menunjukkan, dari jumlah orang yang tercatat sebagai peserta Kartu Prakerja,
sebanyak 61 persen di antaranya laki-laki dengan 39 persen lainnya perempuan.
Rentang usia peserta Kartu Prakerja mayoritas adalah 18 tahun hingga 34 tahun.
Page 35 of 101.

