Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 OKTOBER 2019
P. 39

Title         SPN SOLO MINTA UU KETENAGAKERJAAN TIDAK DIREVISI
                Media Name    suaramerdeka.com
                Pub. Date     17 Oktober 2019
                              https://www.suaramerdeka.com/news/baca/202914/spn-solo-minta-uu-ketena
                Page/URL
                              gakerjaan-tidak-direvisi
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Negative








































               Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (SPN) Solo meminta pemerintah untuk tidak
               merevisi Undang-undang Nomer 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Meski
               belum masuk ke Prolegnas, namun draft revisi undang-undang itu disinyalir akan
               merugikan para pekerja. "Jangan revisi undang-undang ketenagakerjaan," kata
               Ketua Konfederasi SPN Solo, M Sholihuddin kepada wartawan, Rabu (16/10).

               Beberapa hal yang bakal merugikan buruh, menurut dia, adalah soal pengupahan,
               masa pensiun, dan magang kerja. Berdasar undang-undang, upah buruh berdasar
               survai kebutuhan hidup layak (KHL). Sementara dalam draf revisi, upah hanya
               berdasar kesepakatan antara buruh dan majikan. "Ini jelas merugikan pekerja.
               Nantinya akan banyak pelanggaran, sebab tidak ada aturan yang jelas dalam
               penentuan upah," jelasnya.

               Bagaimana soal masa pensiun? Dalam undang-undang, masa pensiun tidak dibatasi.
               Sementara dalam draft revisi, masa pensiun dibatasi 10 tahun. Bagi yang bekerja
               lebihb dari sepuluh tahun, misalnya 15 tahun atau 20 tahun tetap dihitung 10 tahun.
               "Dalam draft revisi, magang kerja dihitung enam tahun, setelah itu baru ditentukan
               nasibnya, apakah akan diangkat sebagai karyawan atau diputus. Padahal dalam



                                                       Page 38 of 92.
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44