Page 650 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 DESEMBER 2021
P. 650
Judul Kenaikan UMP Sedikit, Buruh Menjerit
Nama Media zonasultra.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://zonasultra.com/kenaikan-ump-sedikit-buruh-menjerit.html
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-12-03 09:21:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Penetapan upah minimum lagi-lagi menimbulkan gejolak penolakan. Penolakan penetapan Upah
Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 terus disuarakan oleh buruh di berbagai wilayah. Bahkan,
ada rencana mogok kerja massal secara nasional pada 6-8 Desember 2021 yang diperkirakan
diikuti oleh 2 juta buruh sebagaimana pernyataan Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI).
KENAIKAN UMP SEDIKIT, BURUH MENJERIT
Penetapan upah minimum lagi-lagi menimbulkan gejolak penolakan. Penolakan penetapan Upah
Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 terus disuarakan oleh buruh di berbagai wilayah. Bahkan,
ada rencana mogok kerja massal secara nasional pada 6-8 Desember 2021 yang diperkirakan
diikuti oleh 2 juta buruh sebagaimana pernyataan Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI).
Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan rata-rata
kenaikan upah minimum 2022 sebesar 1,09 persen. Penetapan upah minimum tersebut mengacu
pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang kemudian
diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Setelah ditetapkan oleh pemerintah, penyesuaian upah minimum provinsi maupun
kabupaten/kota akan diumumkan oleh gubernur, wali kota dan bupati masing-masing.
Penetapan kenaikkan upah minimum setiap tahunnya selalu menjadi polemik terutama antara
pengusaha dan pekerja. Dari sudut pandang pengusaha, kenaikkan upah minimum dirasa
membebani ongkos produksi terlebih lagi masih dalam kondisi pandemi.
Meskipun penyebaran Covid-19 terlihat cenderung menurun tetapi sewaktu-waktu angkanya bisa
melonjak lagi. Hal ini tentu menyebabkan aktivitas ekonomi perusahaan terganggu dengan
adanya peningkatan level PPKM. Sebaliknya dari sisi pekerja, kenaikkan upah minimum justru
harus terus diperjuangkan. Harga barang dan jasa terus meningkat, sekadar memenuhi
kebutuhan primer pun semakin terasa berat.
649

