Page 649 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 DESEMBER 2021
P. 649

"Jadi  prinsipnya,  Pemprov  Jabar  harus  proaktif  menelisik  dan  mencermati  mengapa  dua
              fenomena itu terjadi," tutur Asep, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (2/12).
              Menurutnya, perbedaan fenomena tersebut bersifat antagonis dan akan memancing kekisruhan.
              Sebab, 18 daerah mengalami kenaikan, sementara 9 sisanya tidak dinaikkan upahnya.

              "Apakah mekanisme tripartitnya sudah selesai atau belum?" tanyanya.

              Asep juga meminta Pemprov Jabar betul-betul mendalami persoalan tersebut secara prosedural.
              Termasuk mengkaji secara substantif tren kenaikan, perkembangan, dan pemulihan ekonomi.
              Sehingga,  penetapan  UMK  maupun  UMP  tidak  hanya  berdasarkan  kondisi  eksisting  saat  ini.
              Namun, juga mempertimbangkan tren ke depan untuk menjawab persoalan yang dialami para
              buruh.

              Soal penetapan UMK ini, Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, telah menyampaikan bahwa
              penetapan  UMK  berdasarkan  UU  13/2003  tentang  Ketenagakerjaan,  UU  23/2014  tentang
              Pemerintah Daerah, UU 11/200 tentang Ciptaker, PP 36/2021 tentang Pengupahan, dan serta
              beberapa surat Menaker.

              Selain itu, penetapan UMK juga merujuk pada rekomendasi besaran penyesuaian nilai UMK upah
              dari 27 kepala daerah se-Jabar serta berita acara Dewan Pengupahan.

              "Tentu saja hal ini menjadikan sebuah dasar, sehingga Keputusan Gubernur dikeluarkan," ucap
              Setiawan dalam keterangan resminya pada Rabu dinihari (1/12).

              Adapun 18 daerah yang mengalami kenaikan UMK adalah Kota Bekasi, Depok, Bogor, Bandung,
              Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Cirebon, Banjar, Kabupaten Indramayu, Tasik, Cirebon,
              Majalengka, Garut, Kuningan, Ciamis, dan Pangandaran.

              Sedangkan, 9 daerah yang tidak mengalami kenaikan UMK yakni Kabupaten Karawang, Bekasi,
              Bogor, Purwakarta, Bandung Barat, Sumedang, Bandung, Sukabumi, dan Subang.



































                                                           648
   644   645   646   647   648   649   650   651   652   653   654