Page 644 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 DESEMBER 2021
P. 644

"Bekerjalah dengan penuh rasa syukur sehingga dapat mencerminkan citra bangsa Indonesia,
              yaitu bangsa yang besar, bangsa yang santun, bangsa yang taataturan, dan bangsa yang unggul
              sumber daya manusianya," ujar Ida.

              Jika penempatan PMI satu per satu bisa terbuka, maka hal lain yang perlu perbaikan adalah
              peningkatan mutu pelayanan dan perlindungan bagi para PMI.

              Di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ida meresmikan Layanan Terpadu Satu Atap
              (LTSA). Bagi Menaker, LTSA menjadi salah satu komitmen pemerintah untuk melindungi PMI
              maupun calon PMI (CPMI).

              "LTSA-PMI ini merupakan saJah satu bentuk upaya kita semua untuk melakukan penguatan tata
              kelola penempatan dan perlindungan PMI dalam keseluruhan proses penempatan," kata Ida saat
              peresmian, Rabu, 24 November lalu.

              Menurut  Ida,  peran  pemerintah  kabupaten/kota  menjadi  sangat  sentral,  utamanya  dalam
              memberikan layanan informasi, membuat basis data PMI, dan menyelenggarakan, menyediakan,
              serta memfasilitasi pelatihan kerja kepada CPMI.

              Ida  menjelaskan,  pembentukan  LTSA-PMI  ini  juga  bertujuan  untuk  mewujudkan  efektivitas
              pelayanan  penempatan dan  perlindungan  PMI, memberikan  efisiensi  dan  transparansi dalam
              pengurusan dokumen penempatan dan pelindungan CPMI/PMI, serta mempercepat peningkatan
              kualitas pelayanan PMI.

              "Saya meminta kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pelayanan
              penempatan dan pelindungan CPMI/PMI di dalam LTSA-PMI ini agar dapat memperkuat dan
              berperan aktif untuk pelatihan CPMI," katanya.

              Menaker mengungkapkan, dampak dari pandemi Covid-19, turut berimbas dalam penempatan
              PMI, karena banyak negara penempatan yang menyatakan tertutup bagi warga negara asing.
              Alasannya, demi melindungi warga negara mereka.

              Pemerintah,  Ida  melanjutkan,  terus  bekerja  keras  untuk  membangun  kepercayaan  dan
              memastikan negaranegara penempatan PMI, terutama dengan penerapan protokol kesehatan
              yang ketat dalam menyiapkan CPMI, baik di perusahaan pengirimatau P3MI, di balai latihan kerja
              (BLK), serta pada saat PMI akan berangkat keluarnegeri.

              "Syukur  alhamdulillah,  upaya  kita  membuahkan  hasil,  beberapa  negara  penempatan  mulai
              membuka penempatan PMI, di antaranya Hong Kong, Republik Korea, Taiwan, dan diharapkan
              dalam waktu dekatakan diikuti negara-negara lain," ucap Ida.

              Menaker menginginkan adanya dukungan dan kerja sama, baik dari pemerintah, swasta, maupun
              dari  CPMI  itu  sendiri.  "Dengan  adanya  LTSAPMI  ini,  dapat  memberikan  kesadaran  bahwa
              mengurus dokumen untuk bekerja ke luar negeri itu mudah dan cepat, sehingga tidak ada alasan
              lagi bagi masyarakat kita untuk bekerja tanpa dokumen," ujarnya.

              Selain meresmikan LTSA-PMI, Menaker juga meninjau fasilitas kesehatan bagi CPMI di Rumah
              Sakit  Umum  Daerah  Polewali  Mandar.  "Saya  lihat  semuanya  sudah  siap,  untuk  pemeriksaan
              kesehatan bisa dilakukan kurang dari dua jam. Karena fungsi LTSA itu mempercepat pelayanan
              bisa didapatkan dengan adanya LTSA-PMI ini," kata Ida.

              Aditya Kirana




                                                           643
   639   640   641   642   643   644   645   646   647   648   649