Page 643 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 DESEMBER 2021
P. 643
Ringkasan
Semenjak pandemi Covid-19 melanda, semua negara menghentikan arus keluar masuk di tiap
pintunya. Ini juga berlaku bagi negara-negara tujuan dan asal pekerja migran, termasuk
Indonesia. Padahal, jika dihitung-hitung, pemasukan negara dari pekerja migran Indonesia (PMI)
cukup tinggi, hingga Rp159,6 triliun tiap tahunnya. Angka ini persis di bawah pendapatan
nasional dari sektor minyak dan gas.
MENJAGA BAKUL NASI PAHLAWAN DEVISA
Semenjak pandemi Covid-19 melanda, semua negara menghentikan arus keluar masuk di tiap
pintunya. Ini juga berlaku bagi negara-negara tujuan dan asal pekerja migran, termasuk
Indonesia. Padahal, jika dihitunghitung, pemasukan negara dari pekerja migran Indonesia (PMI)
cukup tinggi, hingga Rp159,6 wiliun tiap tahunnya. Angka ini persis di bawah pendapatan
nasional dari sektor minyak dan gas.
Agar PMI dapat kembali bekerja di luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah
melakukan komunikasi dengan semua negara penempatan PMI. Taiwan menjadi yang pertama
membuka pintunya untuk para pahlawan devisa Indonesia. Pada Selasa, 23 November lalu,
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, melepas 173 PMI yang akan diberangkatkan
langsung ke Taiwan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Otoritas Taiwan sebenarnya telah melakukan penutupan penempatan PMI sejak awal Desember
2020. Sejak saat itu pula, Pemerintah Indonesia melakukan beragam upaya untuk membuka
kembali penempatan PMI dengan persyaratan yang diajukan otoritas Taiwan.
Negosiasi juga terus & dilancarkan, baik dengan The Taipei 8 Economicand Trade Office (TETO)
di Jakarta maupun dengan Kementerian 8 Tenaga Kerja Taiwan di Taipei. Hal ini penting untuk
meyakinkan pihak Taiwan bahwa PMI siap ditempatkan dengan protokol kesehatan (prokes)
Covid-19 yang ketat.
"Perjuangan kita semua pada masa pandemi Covid-19 ini cukup berat, terutama yang harus
dilalui oleh anak-anakku semua, di mana proses penempatan PMI ke Taiwan sempat tertunda
hampir satu tahun," Menaker Ida menjelaskan.
Akhirnya, Pemerintah Taiwan membuka kembali penempatan PMI pada 11 November lalu. Hal
itu bisa Ida Fauziyah terjadi karena pihak Indonesia mampu meyakinkan pihak Taiwan melalui
penerbitan standard operational procedure (SOP) pelaksanaan prokes dalam rangka pencegahan
penyebaran Covid-19 di perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3 MI) dan lembaga
pelatihan kerja luar negeri (LPK-LN).
"Oleh karenanya, saya ucapkan selamat kepada anak-anakku Pekerja Migran Indonesia yang
telah berhasil melalui semua tantangan yang cukup beratitu," kata Ida.
Menaker Ida berpesan kepada para penanggung jawab P3MI dan bursa Ida juga mengingatkan
para PMI, apabila menemui permasalahan di Taiwan, untuk selalu berkomunikasi dan menempuh
prosedur penyelesaian masalah yang telah ditentukan.
Pemerintah Indonesia juga memiliki perwakilan di Taiwan, yaitu Kantor Dagang dan Ekonomi
Indonesia (KDEI) di Taipei, yang dapat membantu PMI Jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
642

