Page 639 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 DESEMBER 2021
P. 639

Kami  optimistis  dengan  mengatasi  jurang  kesenjangan  ini,  daya  saing  akan  terungkit,  iklim
              investasi  dan  dunia  usaha  kian  bergairah  yang  berdampak  pada  penciptaan  dan  perluasan
              kesempatan kerja.

              Ujungnya,  tentu  kembali  pada  peningkatan  kesejahteraan  masyarakat,"  tutur  Ida.  Ida
              menambahkan  bahwa  mediator  hubungan  industrial  dan  pengawas  ketenagakerjaan
              berkomitmen dalam mengawal pelaksanaan upah minimum 2022 maupun penerapan struktur
              skala upah di perusahaan.

              Mediator  akan  membantu  serta  memfasilitasi  penyusunan  struktur  skala  upah,  sedangkan
              pengawas  harus  siap  melakukan  monitoring  dan  penegakan  hukum  khususnya  di  bidang
              pengupahan.

              "Saya telah menginstruksikan agar mediator dan pengawas ketenagakerjaan untuk siap siaga
              membantu  dan  mengawasi  pelaksanaan  UM  2022  serta  penerapan  SUSU.  Jika  ditemukan
              pelanggaran, saya meminta para Kepala Daerah untuk ikut tegas dalam menindaklanjuti hasil
              pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan di daerah. Mari kita bersama-sama ciptakan ekosistem
              upah yang berkeadilan," pungkasnya.

              Buruh Menggugat Di Kota Semarang, keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam
              penetapan Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) 2022 mengecewakan kalangan buruh di Jawa
              Tengah.  Mereka  menolak  penetapan  itu  dan  menyiapkan  langkah  hukum  untuk  menggugat
              kebijakan tersebut.

              Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jateng, Heru Budi Utoyo merasa kecewa
              berat atas ditetapkannya besaran UMK 2022 di 35 kabupaten/kota di Jateng. Pihaknya mengaku
              masih mempertimbangkan langkah hukum untuk menggugat SK Gubernur Jateng No 561/39
              tentang Upah Minimum pada 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah tersebut.

              "Kami kecewa atas kebijakan tersebut dan masih kami pertimbangkan apakah akan melakukan
              gugatan  atau  tidak.  Kami  akan  persiapkan  terlebih  dahulu  dan  konsolidasi  dengan  jajaran
              pengurus daerah di kabupaten/kota seJawa Tengah," tegasnya.

              Juru Bicara Aliansi Buruh Jawa Tengah, Karmanto menegaskan, pihaknya menolak keras Surat
              Keputusan  (SK)  Gubernur  Jawa  Tengah  561/39  Tahun  2021  tentang  UMK  2022  untuk  35
              kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

              "Kami menyatakan dengan keras dan tegas menolak atas ditetapkannya UMK 2022 tersebut,"
              tegasnya, kemarin.

              Pihaknya  meminta  Gubernur  Ganjar  Pranowo  segera  merevisi  upah  minimum  di  35
              kabupaten/kota.  Gubernur,  lanjutnya,  harus  menaikkan  UMK  2022  Jawa  Tengah  sebesar  16
              persen, sesuai usulan kami yang telah kami sampaikan tertanggal 14 November, 17 November
              dan 29 November 2021, melalui Kadisnaker.
              Dikatakannya, sudah sangat jelas bahwa UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan
              Pemerintah (PP) No 36/2021 tentang Pengupahan telah dinyatakan oleh Mahkamah Konstitusi
              (MK) adalah inkonstitusional. Artinya, pemerintah harus menangguhkan segala tindakan atau
              kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas. Namun, Gubernur masih menggunakan
              UU No 11/2020 dan PPNo 11/- 2020 tersebut untuk menetapkan UMK 2022 di Jawa Tengah.

              "Maka keputusan Gubernur Jawa Tengah yang menetapkan UMK 2022 dengan mengacu UU
              Nomor 11 Tahun 2020 dan PPNomor 36 Tahun 2021 tersebut adalah inkonstitusional. Cacat
              formil," tegasnya.



                                                           638
   634   635   636   637   638   639   640   641   642   643   644