Page 64 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 64
Title KENAIKAN UMP/UMK, MAJU KENA, MUNDUR KENA
Media Name republika.co.id
Pub. Date 26 November 2019
Page/URL https://republika.co.id/berita/q1k2zk349/kenaikan-umpumk-maju-kena-mun dur-kena
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kenaikan UMP/UMK setiap tahun membuat ketar ketir pengusaha. Tahun 2020
UMP/UMK akan mengalami kenaikan hingga 8,51 persen. Gubernur Jawa Timur,
Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan UMK Jatim 2020 naik sebesar 8,51
persen. Senasib dengan UMK Jawa Barat. Karawang menjadi kabupaten dengan
UMK tertinggi. Maju kena, mundur kena.
Saat upah naik, buruh bahagia. Namun, saat itu pula bakal menjadi beban bagi
perusahaan. Bagai buah simalakama. Pemerintah akan dianggap memperhatikan
nasib buruh karena menaikkan upah. Sementara pemerintah akan dianggap
mengabaikan pengusaha karena terus menaikkan upah buruh tiap tahunnya.
Kenaikan UMP/UMK selalu menjadi momok tiap tahun bagi pengusaha. Bahkan
beberapa pabrik yang beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Barat buru-buru
berpindah lokasi. Demi menghindari kenaikan upah yang terus menanjak. Jawa
Tengah menjadi incaran baru bagi industri padat karya.
Sebab, UMK di Jawa Tengah masih tergolong rendah. Tak mencekik pengusaha. Tak
mengancam produktivitas usaha mereka. Jawa Tengah pun menjelma menjadi
sasaran empuk investasi di Indonesia.
Upah yang masih murah menjadi daya tarik investor menanamkan modal di Jateng
terutama di sektor padat karya. UMP di Jateng pada 2020 saja masih Rp 1,7 juta,
kurang dari separuh dari UMK-UMK di Banten dan Jabar. Dikutip dari CNBC
Indonesia, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam akun media sosialnya, sempat
memamerkan kegiatan pemda se-Jateng bertemu dengan calon investor dari China,
Jepang, Korea dan lainnya dalam forum Central Java Investment Business Forum
(CJIBF).
Bila banyak pabrik merelokasi industrinya ke tempat lain, maka hal ini akan
berpengaruh pada tenaga kerja. Ketika Pabrik pindah, mungkinkah semua karyawan
diboyong ke lokasi baru? Bila hal ini tak memungkinkan, maka akan berpengaruh
pada tingkat pengangguran di wilayah tersebut. Sungguh dilematis.
Di satu sisi buruh senang, di sisi lain pengusaha nampak suram. Di satu sisi
menetapkan kebijakan pro buruh, di sisi lain justru memicu angka pengangguran
terbuka.
Page 63 of 127.

