Page 65 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 65
Persoalan upah memang selalu menjadi pemandangan tahunan yang tak
berkesudahan. Nasib buruh belum sejahtera. Wajar bila mereka meminta upah yang
lebih besar.
Sebab, mereka menghidupi anak istri secara mandiri. Mulai dari kebutuhan dasar,
pendidikan, kesehatan hingga taraf keamanan. Pengusaha pun dituntut hal sama.
Dalam Islam, upah merupakan hak pekerja yang harus dibayarkan sesuai dengan
jenis pekerjaannya. Upah bisa berbeda-beda dan beragam karena berbeda dan
beragamnya pekerjaan. Besaran upah dalam Islam diukur berdasarkan jasanya,
bukan tenaganya.
Sehingga penetapan upah berbeda-beda. Inilah yang menjadi masalah buruh di
sistem saat ini. Upah ditentukan berdasarkan penetapan kebijakan suatu
provinsi/kota/kabupaten. Meski berbeda jenis pekerjaan, upah yang didapat sama.
Selain itu, para buruh juga dibebani dengan pemenuhan kebutuhan dasar.
Seandainya negara menjamin kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, dan
kesehatan bagi rakyat, tentu tak ada tuntutan kenaikan upah yang terjadi tiap
tahun.
Pengusaha juga tak akan merasa berat menanggung upah karyawannya. Sebab,
mereka juga tak perlu terbebani dengan pemenuhan kebutuhan dasar ini.
Sayangnya, negara berlepas diri dari tanggungjawab itu. Rakyat justru dibebani
dengan berbagai biaya untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Tak ada yang
menjamin terpenuhinya sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan
mereka.
Semua kebutuhan itu bergantung pada upah kerja kepala keluarga. Tak ada yang
benar-benar gratis. Bahkan kenaikan upah menjadi tak berarti setelah pemerintah
menaikkan iuran BPJS Kesehatan hingga 100 persen. Belum lagi kenaikan TDL dan
berbagai kebutuhan lainnya.
Page 64 of 127.

