Page 285 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 285

Pekerja laki-laki pada kegiatan informal sebesar 58,03 persen, sementara perempuan 41,97
              persen. D

              ata Survei ILO dan Universitas Indonesia pada 2015 memperkirakan jumlah PRT di Indonesia
              sebanyak  4,2  juta  jiwa,  dengan  rasio  292  PRT  perempuan  untuk  setiap  100  PRT  laki-laki.
              Berdasarkan angka tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah PRT yang sebenarnya
              lebih  besar  dari  data-data  yang  disajikan  karena  seringkali  PRT  dipekerjakan  secara  lisan
              sehingga luput dari pencatatan data.
              Dalam kesempatan yang sama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan,
              pengesahan  RUU  PPRT  ini  bertujuan  menciptakan  hubungan  industrial  kondusif  tanpa
              diskriminasi antara PRT dan pemberi kerja.

              “PRT, dia yang selalu dekat dengan kita. Dia yang selalu membantu pekerjaan rumah kita sehari
              hari, dan dia juga yang berjasa untuk keluarga kita. PRT memberikan kontribusi yang cukup
              signifikan dalam perekonomian global melalui tingkat angkatan kerja nasional. Jumlah dari PRT
              diperkirakan lebih dari 4 juta jiwa dengan persentase 75 persen PRT merupakan perempuan.
              Oleh sebab itu, hal yang tidak boleh terlewatkan dalam RUU PPRT ialah pentingnya perjanjian
              kerja antara PRT dan pemberi kerja guna memastikan hak dan kewajiban kedua belah pihak
              dan penegakan norma kerja," jelasnya.

              Dalam kenyataannya, menurut Ida, masih banyak permasalahan yang harus dihadapi PRT di
              Indonesia. Antaranya, PRT yang sampai saat ini belum dianggap sebagai sebuah profesi; rata-
              rata jam kerja PRT lebih panjang dari pekerja pada umumnya; sebesar 63 persen PRT bekerja
              7 hari dalam seminggu; banyaknya PRT yang tidak memiliki perjanjian atau kontrak kerja yang
              jelas; dan minimnya perlindungan jaminan sosial dan asuransi bagi PRT.

              Adapun tujuan perlindungan PRT ialah memberikan kepastian hukum kepada PRT dan pemberi
              kerja,  mencegah  segala  bentuk  diskriminasi,  eksploitasi,  dan  pelecehan  seksual,  mengatur
              hubungan kerja yang harmonis, meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan PRT,
              dan meningkatkan kesejahteraan PRT.

              Perlindungan  terhadap  PRT  sudah  menjadi  perhatian  bagi  pemerintah  namun  tidak  akan
              terwujud tanpa adanya sinergi dari seluruh pihak.

              “Oleh karena itu, saya ingin mengajak kita semua, mari bersama kita dukung pengesaan RUU
              PPRT dan serukan stop kekerasan terhadap pekerja rumah tangga mulai dari diri kita sendiri
              dan keluarga," jelasnya.

              Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto mengatakan setelah melalui
              16  tahun  perjuangan  di  DPR  untuk  mendapat  legitimasi  atas  statusnya  yang  sempat
              mandek/mangkrak, pengesahan RUU PPRT ini akan menjadi sejarah baru dalam penghapusan
              kekerasan dan diskriminasi di Indonesia, khususnya terhadap PRT.

              RUU PPRT akan diusulkan menjadi RUU Inisiatif dan akan disidang paripurnakan pada Selasa,
              14 Juli 2020 dan Kamis, 16 Juli 2020.

              “Kami sangat bersyukur pada periode DPR 2020-2024, RUU PPRT ini mendapatkan perhatian
              sejumlah  anggota  DPR.  RUU  PPRT  ini  menjadi  suatu  kebutuhan  yang  mendesak  dalam
              perlindungan  pekerja  dan  warga  negara  Republik  Indonesia  karena  bersifat  mengikat  dan
              adanya kepastian hukum. Maka dari itu perlu ada pengawalan dari kita semua," katanya.

              Sebagaimana ketahui bersama, Giwo melanjutkan, PRT merupakan pekerjaan yang rawan dan
              rentan dalam perlindungan hukum karena wilayah kerja bersifat domestik dan privat sehingga
              tidak  ada  kontrol  dan  pengawasan  pemerintah.  Padahal  praktik  situasi  kerjanya  rawan  dan

                                                           284
   280   281   282   283   284   285   286   287