Page 283 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 283
Judul Menteri: Keberadaan Pekerja Rumah Tangga Sangat Penting
Nama Media publikreport.com
Newstrend Perlindungan PRT
Halaman/URL https://www.publikreport.com/menteri-keberadaan-pekerja-rumah-
tangga-sangat-penting/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-07-14 00:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Bintang Puspayoga (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(PPPA)) tegas Bintang Puspayoga pada Webinar Pentingnya Undang-Undang Perlindungan PRT
untuk Perempuan Indonesia, sebagaimana siaran pers Kementerian PPPA yang diterima
publikreport.com, Senin 13 Juli 2020, malam. Sudah menjadi tugas negara, menurut Bintang,
untuk dapat memberikan perlindungan serta rasa aman dan nyaman bagi segenap warganya,
termasuk juga bagi PRT. RUU PPRT sudah masuk ke dalam RUU Prioritas pada tahun 2020
dalam masa bakti DPR RI periode 2019 - 2024. Oleh sebab itu, marilah bersama-sama kita
mengawal terbentuknya aturan ini, demi memperoleh kesetaraan dan keadilan dalam
pemenuhan hak bagi PRT. Selain itu, karena data mengatakan bahwa mayoritas PRT berjenis
kelamin perempuan, selaku menteri yang memiliki tugas untuk menjamin pemberdayaan
perempuan di Indonesia, saya tentunya sangat mendukung pengesahan RUU PPRT ini agar
tercipta aturan hukum yang jelas mengenai hak dan kewajiban dari PRT termasuk juga dengan
pemberi kerja. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi
terhadap PRT
positive - Ida Fauziyah (Menaker) jelasnya. Dalam kenyataannya, menurut Ida, masih banyak
permasalahan yang harus dihadapi PRT di Indonesia. Antaranya, PRT yang sampai saat ini
belum dianggap sebagai sebuah profesi; rata-rata jam kerja PRT lebih panjang dari pekerja
pada umumnya; sebesar 63 persen PRT bekerja 7 hari dalam seminggu; banyaknya PRT yang
tidak memiliki perjanjian atau kontrak kerja yang jelas; dan minimnya perlindungan jaminan
sosial dan asuransi bagi PRT. Adapun tujuan perlindungan PRT ialah memberikan kepastian
hukum kepada PRT dan pemberi kerja, mencegah segala bentuk diskriminasi, eksploitasi, dan
pelecehan seksual, mengatur hubungan kerja yang harmonis, meningkatkan pengetahuan,
keahlian, dan keterampilan PRT, dan meningkatkan kesejahteraan PRT. Perlindungan terhadap
PRT sudah menjadi perhatian bagi pemerintah namun tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi
dari seluruh pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengajak kita semua, mari bersama kita dukung
pengesaan RUU PPRT dan serukan stop kekerasan terhadap pekerja rumah tangga mulai dari
diri kita sendiri dan keluarga
neutral - Rubianto (Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia) katanya. Sebagaimana ketahui
bersama, Giwo melanjutkan, PRT merupakan pekerjaan yang rawan dan rentan dalam
perlindungan hukum karena wilayah kerja bersifat domestik dan privat sehingga tidak ada
282

