Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 37

Panja Komisi I  DPR RI  terhadap Pelindungan WNI dan Kinerja Perwakilan di Luar Negeri terkait
              Pandemi  Global  Covid-19  menggelar  Rapat  Dengar  Pendapat  (RDP)  dengan  Dirjen  Imigrasi
              Kementerian  Hukum  dan  HAM  dan  Kepala  Badan  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia
              (BP2MI).

              Dalam RDP yang berlangsung Selasa (14/7) kemarin, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai
              Golkar,  Christina  Aryani  mengangkat  beberapa  persoalan  penting.  Salah  satunya  adalah
              mendesak komitmen BP2MI untuk serius memerangi sindikat pengiriman pekerja migran ilegal.



              DPR MINTA BP2MI SERIUS PERANGI SINDIKAT PENGIRIMAN PEKERJA MIGRAN
              ILEGAL

              ,  JAKARTA  - Panja Komisi I  DPR RI  terhadap Pelindungan WNI dan Kinerja Perwakilan di Luar
              Negeri terkait Pandemi Global Covid-19 menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen
              Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM dan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
              (BP2MI).

              Dalam RDP yang berlangsung Selasa (14/7) kemarin, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai
              Golkar,  Christina  Aryani  mengangkat  beberapa  persoalan  penting.  Salah  satunya  adalah
              mendesak komitmen BP2MI untuk serius memerangi sindikat pengiriman pekerja migran ilegal.

              Lebih  lanjut,  Aryani  menekankan  bahwa  masalah  pengiriman  PMI  secara  ilegal  (PMI  Non
              Prosedural)  merupakan  permasalahan  yang  ada  sejak  dahulu  dan  sangat  serius  karena
              berkaitan dengan sindikat perdagangan orang (human trafficking).

              "Saya  menyambut  baik  rencana  BP2MI  membentuk  Satgas  Sindikasi  Perlindungan  PMI  Non
              Prosedural pada bulan Agustus 2020, namun ingin memastikan hal ini betul-betul diseriusi," kata
              Aryani mengingatkan.

              "Harus  jelas  siapa  saja  yang  akan  terlibat  dan  yang  terpenting  bagaimana  strategi  BP2MI
              memerangi  sindikat  ini.  Jangan  sampai  selesai  membentuk  Satgas  tetapi  kasus-kasus  tetap
              marak terjadi," kata politikis Golkar dari Dapil DKI Jakarta II meliputi Jakarta Selatan, Jakarta
              Pusat dan luar negeri.

              Pada kesempatan itu, Aryani mengapresiasi rencana BP2MI membebaskan pekerja migran dari
              biaya penempatan di luar negeri. Namun, Aryani ingin memastikan rencana ini bisa berjalan dan
              sustainable.

              "Dari mana anggaran pembiayaannya dan bagaimana memastikan perusahaan penyalur di luar
              negeri tidak membebankan biaya penempatan kepada PMI? Pemotongan gaji oleh penyalur di
              luar negeri (overcharging) kerap terjadi dan menjadi permasalahan tersendiri seperti banyak
              terjadi di Hong Kong," ungkap Aryani.

              Aryani  juga  mendorong  agar  Rancangan  Peraturan  Pemerintah  tentang  Penempatan  dan
              Pelindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan Migran segera diselesaikan. Sejak
              Mei 2020, menurut Aryani, BP2MI telah melakukan rapat intensif dengan Menko Kemaritiman
              dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perhubungan


                                                           36
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42