Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 46
MANDOR KAPAL CHINA AKAN DIADILI DI INDONESIA, ANIAYA ABK WNI HINGGA
TEWAS
Mandor kapal Lu Huang Yuang Yu 118, Song Chuanyun telah ditetapkan sebagai tersangka
terkait penemuan jenazah ABK Indonesia di dalam lemari pendingin.
Dikutip dari Kompas.com , Song ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (13/7/2020) setelah
empat hari diinterogasi di Indonesia.
Song diduga menganiaya ABK Indonesia, Hasan Afriandi hingga tewas.
Diberitakan sebelumnya, petugas gabungan pekan lalu mencegat dua kapal berbendera
Tiongkok, Lu Huang Yuang Yu 117 dan 118.
Kedua kapal dihadang petugas ketika sedang berlayar di Selat Malaka, dari Singapura mengarah
ke Argentina, diberitakan AFP dari Macau Bussines .
Dari penggeledahan, polisi menemukan jasad ABK yang disimpan dalam lemari pendingin.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Arie Dharmanto mengatakan Song akan diadili di
Indonesia.
Ini lantaran penyelidikan mengungkapkan insiden penganiayaan terjadi di perairan teritorial
Indonesia.
"Semua proses hukum akan dilakukan di Indonesia dan kami juga mencari lebih jauh untuk
melihat bisa menggunakan dakwaan perdagangan manusia dalam kasus ini selain dugaan
penyiksaan," kata Arie kepada AFP, Senin (13/7/2020).
Dia mengatakan bahwa ABK Indonesia mengalami penganiayaan di dalam kapal tersebut.
Arie menyebut kondisi di dalam kapal Tiongkok itu mengerikan.
Tidak berheti sampai Song Chuanyun saja, kini polisi tengah mendalami agen penyalur ABK
untuk dua kapal Lu Huang Yuang Yu.
Song Chuanyun bekerja sebagai koordinator ABK di Lu Huang Yuang Yu 118.
Menurut laporan, Song kerap kali menyiksa dengan memukul ABK dari Indonesia termasuk
Hasan Afriandi yang ditemukan tewas di dalam freezer.
Pria asal Lampung itu diduga telah disimpan di dalam lemari pendingin sejak akhir Juni, jelas
Arie.
"Korban sakit tetapi dipaksa bekerja. Jadi dia dipukuli. Setelah disiksa, korban dibiarkan tanpa
makanan selama tiga hari sebelum meninggal," kata Arie.
Polisi menerangkan bahwa Hasan menderita banyak luka di tubuhnya, diduga bekas pukulan
sebuah benda.
"Yang sering memukul mereka yakni mandor dan nahkoda kapal Lu Huang Yuan Yu 118," kata
Arie, dikutip dari Kompas.com , Sabtu (11/7/2020).
45

