Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 58
Selain pengangguran , masih menurut Deni Irvani, kelompok ibu rumah tangga , pedagang
warung atau kaki lima, dan buruh, pembantu, satpam dan pekerja tidak tetap menjadi kelompok
yang paling tinggi mendukung RUU Cipta Kerja untuk segera disahkan.
SMRC juga menyebut bahwa 52 persen dari masyarakat yang tahu juga mendukung Rancangan
Undang-Undang Cipta Kerja ( RUU Cipta Kerja ) untuk segera disahkan. Sebesar 26 persen
masyarakat mengakui tahu atau pernah mendengar RUU Cipta Kerja .
"Dari 26 persen masyarakat yang mengaku tahu dan pernah mendengar RUU Cipta Kerja , ada
52 persen yang mendukung pengesahan RUU Cipta Kerja , dan yang tidak sekitar 37 persen,"
ujar Deni.
Deni menjelaskan dukungan publik terhadap RUU Cipta Kerja ini didasari oleh kondisi ekonomi
Indonesia yang semakin memburuk selama masa pandemi COVID-19.
kondisi ekonomi yang memburuk ini, lanjutnya, mempengaruhi dan dirasakan langsung dalam
kondisi ekonomi rumah tangga di berbagai daerah Nusantara.
"71 persen mayoritas warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk
atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah COVID-19," jelas Deni.
SMRC melakukan survei nasional melalui telepon pada 8-11 Juli 2020. Sampel sebanyak 2.215
responden dipilih secara acak dari koleksi sampel acak survei tatap muka yang telah dilakukan
SMRC sebelumnya dengan jumlah proporsional menurut provinsi untuk mewakili pemilih
nasional. Margin of error survei diperkirakan +/-2.1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,
asumsi simple random sampling.[].
57

