Page 80 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 80

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi tersebut akan diikuti ratusan ribu buruh dari seluruh
              Indonesia.  Di  mana  untuk  wilayah  Jabodetabek,  aksi  akan  dipusatkan di  gedung  DPR/MPR.
              Sedangkan daerah, dipusatkan di masing-masing Kantor Gubernur atau DPRD Provinsi.

              Sebelumnya, KSPI dan sejumlah serikat pekerja yang lain menyatakan keluar dari tim teknis
              Omnibus Law klaster ketenagakerjaan. KSPI mensinyalir, tim tersebut hanya bersifat formalitas,
              bahwa seolah-olah buruh sudah diajak berbicara.

              Padahal tidak bisa membuat keputusan untuk merubah pasal-pasal dalam di dalam RUU Cipta
              Kerja  yang  merugikan  buruh.  Setidaknya  ada  empat  alasan  mengapa  KSPI  keluar  dari  tim
              bentukan Menteri Ketenagakerjaan tersebut.

              Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal khawatir "omnibus law" kluster
              ketenagakerjaan  akan  merugikan  buruh.  ANTARA/Muhammad  Zulfikar    Pertama,  tim  hanya
              menampung masukan. Kedua, unsur Apindo/Kadin tidak bersedia menyerahkan konsep tertulis.
              Ketiga, ada batasan waktu sehingga tidak memberi ruang untuk berdiskusi secara mendalam.

              "Dan keempat, tim tidak bisa menyelesaikan substansi permasalahan yang ada di dalam RUU
              Cipta Kerja," kata Said dalam keteranganya, Selasa (14/7).

              Said Iqbal menjelaskan, dalam aksi tersebut ada dua tuntutan yang akan disuarakan. Pertama,
              menolak omnibus law RUU Cipta Kerja dan yang kedua menolak PHK akibat dampak COVID-19.

              "Kedua  isu  tersebut  merupakan  isu  besar  yang  menjadi  perhatian  serius  buruh  Indonesia.
              Sebelum aksi dilakukan, terlebih dahulu kami akan menyerahkan konsep dan melakukan lobi ke
              pemerintah dan DPR RI terkait dua isu tadi," lanjutnya  KSPI berharap kepada pemerintah dan
              DPR  RI  agar  menghentikan  pembahasan  omnibus  law  RUU  Cipta  Kerja,  kemudian  fokus
              menyelamatkan ekonomi di tengah badai krisis ekonomi akan terjadi.

              Ratusan buruh yang akan berunjuk rasa di DPRD Jawa timur melintas di Jalan Embong Malang,
              Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/1/2020). (ANTARA Jatim/Didik Suhartono/ZK)  Dalam hal ini
              Said Iqbal menegaskan, bahwa omnibus law bukanlah solusi untuk mengatasi krisis. Karena itu
              pembahasan omnibus law harus segera dihentikan.

              "KSPI mendukung langkah-langkah Presiden Jokowi dalam menangani penyebaran COVID-19
              dan penyelematan ekonomi di tengah badai krisis ekonomi, baik di tingkat nasional maupun
              internasional," tegas Said Iqbal.

              Oleh karena itu, selain meminta agar pembahasan omnibus law dihentikan, pihaknya meminta
              agar pemerintah melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) pengendalian terhadap stabilnya mata
              uang  rupiah  terhadap  dollar,  (2)  menjamin  ketersediaan  raw  material  impor  dengan
              menerapkan  kebijakan  yang  efisien,  (3)  menghindari  PHK  massal  dengan  melibatkan  sosial
              dialog bersama serikat buruh, dan (4) menjaga daya beli masyarakat dan buruh dengan tetap
              memberikan upah ketika buruh dirumahkan.

              (Knu).














                                                           79
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85