Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 83
Judul KSPI Persiapkan Aksi Besar-besaran Tolak Omnibus Law
Nama Media republika.co.id
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://republika.co.id/berita/qdgpvc396/kspi-persiapkan-aksi-
besarbesaran-tolak-omnibus-law
Jurnalis Ali Mansur
Tanggal 2020-07-14 21:06:48
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Sejumlah konfederasi dan serikat buruh memutuskan mengundurkan diri dari tim teknis yang
membahas Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dalam unsur tripartit.
Keluarnya kalangan buruh dari tim teknis yang dibentuk Kementerian Ketenagakerjaan itu
disinyalir karena arogansi Asosiasi Penguasaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang Industri
(Kadin).
KSPI PERSIAPKAN AKSI BESAR-BESARAN TOLAK OMNIBUS LAW
JAKARTA -- Pascakeluar dari tim teknis omnibus law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta
Kerja klaster Ketenagakerjaan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) siap gelar aksi
besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia. Rencananya, aski akan digelar serentak pada awal
bulan Agustus 2020 mendatang.
"Aksi tersebut akan diikuti ratusan ribu buruh dari seluruh Indonesia. Di mana untuk wilayah
Jabodetabek, aksi akan dipusatkan di gedung DPR/MPR. Sedangkan daerah, dipusatkan di
masing-masing Kantor Gubernur atau DPRD Provinsi," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal dalam
siaran persnya, Selasa (14/7).
Sebelumnya, Said mengaku, KSPI dan sejumlah serikat pekerja yang lain menyatakan keluar
dari tim teknis omnibus law klaster ketetanagkerjaan. KSPI mensinyalir, tim tersebut hanya
bersifat formalitas, bahwa seolah-olah buruh sudah diajak berbicara. Padahal tidak bisa
membuat keputusan untuk merubah pasal-pasal dalam di dalam RUU Cipta Kerja yang
merugikan buruh.
Setidaknya ada empat alasan mengapa KSPI keluar dari tim bentukan Menteri Ketenagakerjaan
tersebut. Pertama, tim hanya menampung masukan. Kedua, unsur Apindo/Kadin tidak bersedia
menyerahkan konsep tertulis. Ketiga, ada batasan waktu sehingga tidak memberi ruang untuk
berdiskusi secara mendalam.
82

