Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 84

"Dan keempat, tim tidak bisa menyelesaikan substansi permasalahan yang ada di dalam RUU
              Cipta Kerja," ungkap Said.

              Said Iqbal menjelaskan, dalam aksi tersebut ada dua tuntutan yang akan disuarakan. Pertama,
              menolak omnibus law RUU Cipta Kerja dan yang kedua menolak PHK akibat dampak Covid-19.
              Kedua isu tersebut merupakan isu besar yang menjadi perhatian serius buruh Indonesia.

              "Sebelum aksi dilakukan, terlebih dahulu kami akan menyerahkan konsep dan melakukan lobi
              ke pemerintah dan DPR RI terkait dua isu tadi," lanjutnya  Dikatakan Said, KSPI berharap kepada
              pemerintah  dan  DPR  RI  agar  menghentikan  pembahasan  omnibus  law  RUU  Cipta  Kerja,
              kemudian fokus menyelamatkan ekonomi di tengah badai krisis ekonomi akan terjadi. Dalam
              hal  ini  Said  Iqbal  menegaskan, bahwa  omnibus  law bukanlah  solusi  untuk  mengatasi krisis.
              Karena itu pembahasan omnibus law harus segera dihentikan.
              "KSPI  mendukung  langkah-langkah  Presiden  Jokowi  dalam  menangani  penyebaran  Covid-19
              dan penyelematan ekonomi di tengah badai krisis ekonomi, baik di tingkat nasional maupun
              internasional," tegas Said.

              Oleh karena itu, selain meminta agar pembahasan omnibus law dihentikan, pihaknya meminta
              agar pemerintah melakukan beberapa hal. Antaranya, pengendalian terhadap stabilnya mata
              uang rupiah terhadap dollar, menjamin ketersediaan raw material impor dengan menerapkan
              kebijakan  yang  efisien. Kemudian  menghindari PHK  massal dengan  melibatkan  sosial  dialog
              bersama serikat buruh, dan menjaga daya beli masyarakat dan buruh dengan tetap memberikan
              upah ketika buruh dirumahkan..














































                                                           83
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89