Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 86

Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumatera Utara, di gedung YTKI Jakarta,
              Selasa (14/7/2020).

              "Sebagai Menteri dan pribadi, saya turut prihatin pengaduan atas semua yang dialami bapak
              ibu  semua.  Saya  akan  teruskan  kepada  Kementerian  ATR/Kepala  BPN,  kemudian  ke
              Kementerian BUMN," kata Ida Fauziyah didampingi Karo Humas Soes Hindharno.

              "Ketika  hak-hak  petani  terganggu,  demokrasi  menyediakan  ruang  bagi  mereka  untuk
              menyuarakan keluh kesahnya. Negara pun punya tanggung jawab untuk menyelesaikannya,"
              ujarnya.

              Dalam kesempatan tersebut, Menaker Ida juga meminta agar para petani yang mengadu tetap
              memperhatikan protokol kesehatan selama memperjuangkan hak-haknya di kota Jakarta.

              "Kondisi pandemi, berjuang yes, jaga diri jaga kesehatan juga yes. Mudah-mudahan dua-duanya
              dijaga, maksud tujuan tercapai, bapak ibu tetap sehat," katanya.
              Sementara  Sulaeman  Wardana  selaku  Kordinator  26  petani  yang  mengadu  ke  Kemnaker
              mewakili  170  petani  170  petani  yang  masih  berjalan  kaki  menuju  Jakarta  untuk  mencari
              keadilan. Aksi jalan dilakukan karena areal lahan dan tempat tinggal yang telah dikelolanya sejak
              tahun  1951  telah  digusur  paksa  oleh  korporasi  plat  merah  (PTPN  II).  Padahal  petani  telah
              mengantongi SK Landreform sejak tahun 1984 dan parahnya sebanyak 36 petani di Sei Mencirim
              yang ikut tergusur sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

              "Kami mengadu ke Kemnaker karena 26 petani yang mewakili 170 petani ini juga merupakan
              buruh  tani.  Harapan  kami,  pengaduan  ini,  bisa  disampaikan  ke  Presiden,  "  ujar  Sulaeman
              didampingi Imam Wahyudi selaku Sekretaris STMB dan pembina petani, Aris Wiyono.

              Imam Wahyudi mengungkapkan luas area yang berkonflik antara petani yang tergabung dalam
              SPSB dengan PTPN II adalah seluas +- 854 hektare. Sementara luas area yang berkonflik petani
              yang STMB dengan PTPN II, seluas +- 850 hektare dan tuntutan petani STMB adalah seluas +-
              323,5 hektare. (alf).



































                                                           85
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91