Page 81 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 81
Judul Konflik dengan PTPN II, 170 Buruh Tani Mengadu ke Menaker
Nama Media kompas.com
Newstrend Konflik Petani Deli Serdang Dan Korporasi
Halaman/URL https://money.kompas.com/read/2020/07/14/211800426/konflik-
dengan-ptpn-ii-170-buruh-tani-mengadu-ke-menaker
Jurnalis Ade Miranti Karunia
Tanggal 2020-07-14 21:18:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Sulaeman (Koordinator petani) Kami mengadu ke Kemnaker karena 26 petani yang
mewakili 170 petani ini juga merupakan buruh tani. Harapan kami, pengaduan ini, bisa
disampaikan ke Presiden
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Sebagai Menteri dan pribadi, saya turut
prihatin pengaduan atas semua yang dialami bapak ibu semua. Saya akan teruskan kepada
Kementerian ATR/Kepala BPN, kemudian ke Kementerian BUMN
Ringkasan
Sejumlah petani di Kabupaten Deli Serdang , Sumatera Utara , mengadukan nasibnya karena
sedang berkonflik dengan korporasi. Mereka mengadu kepada Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker), Ida Fauziyah. Sebagai bentuk kepedulian dan bagian dari pemerintah, Menaker
berjanji akan meneruskan pengaduan tersebut kepada Menteri ATR/Kepala BPN dan Menteri
BUMN. "Sebagai menteri dan pribadi, saya turut prihatin atas pengaduan yang dialami bapak
ibu semua. Saya akan teruskan kepada Kementerian ATR/Kepala BPN, kemudian ke
Kementerian BUMN," katanya, didampingi Karo Humas Soes Hindharno, di gedung YTKI Jakarta,
Selasa (14/7/2020).
KONFLIK DENGAN PTPN II, 170 BURUH TANI MENGADU KE MENAKER
JAKARTA, - Sebanyak 170 petani mengadu ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk
mencari keadilan.
Mereka mengeluhkan karena areal lahan dan tempat tinggal yang telah dikelolanya sejak tahun
1951 telah digusur paksa oleh korporasi plat merah PT Perkebunan Nusantara (PTPN II).
Para petani tersebut mengklaim telah mengantongi SK Landreform sejak tahun 1984 dan
sebanyak 36 petani di Sei Mencirim yang ikut tergusur sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).
80

